KABUPATEN- Johan Ahmat Farizi dan kawan-kawan tidak sekadar melakukan warming up jelang pertandingan. Penggawa Singo Edan punya tradisi anyar sebelum berlaga di BRI Super League. Salah satunya, melakukan doa di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan.
Elemen tim melakukan prosesi tersebut setelah tiba di Stadion Kanjuruhan. Pemain, tim pelatih, tim medis, manajemen, sampai staf tim akan berjalan bersama menuju ke Gate 13. Di sana mereka berdoa sekitar 20 menit, seusai itu baru masuk stadion.
Sekretaris Tim Arema FC Rachmat Taufik menjelaskan, berdoa di Gate 13 Stadion Kanjuruhan merupakan bentuk penghormatan. Artinya Singo Edan tidak melupakan 135 Aremania yang berpulang dalam tragedi Kanjuruhan 2022 lalu. ”Ini sebagai bentuk penghormatan kami untuk mengirim doa sekaligus meminta kelancaran pertandingan di sini,” katanya.
Baca Juga: Full Time: Arema FC Bungkam Semen Padang 3-0, Joel Vinicus dan Gustavo Franca Jadi Bintang
Menurutnya, ide doa bersama di Gate 13 muncul setelah diskusi antar elemen tim. Skuad Singo Edan, elemen tim, sampai manajemen sepakat melakukan aktivitas itu. Karena itu, jadi tradisi baru tim sebelum memulai laga di Stadion Kanjuruhan.
Selain doa bersama, Arema FC juga menghidupkan kembali dua tradisi lama sebelum laga. Pertama, masuk lapangan dengan mencium bendera berlogo Arema FC. Itu dilakukan jelang melakukan pemanasan dan memulai laga.
Sedangkan tradisi kedua yang hidupkan lagi, 11 pemain starting line up berdoa bersama di bawah mistar sebelum kick off. Aktivitas itu mulai dilakukan pada laga tunda pekan ke-8 melawan Persita Tangerang 30 Desember 2025.
Sebelumnya, penggawa Arema FC melakukan tradisi tersebut pada ajang Indonesia Super League musim 2011/2012. ”Harapannya, dapat meningkatkan semangat para pemain dan saling memiliki rasa kebersamaan,” kata Asisten Pelatih Arema FC Siswantoro.
Pelatih berlisensi A AFC itu percaya, mengembalikan tradisi tersebut bisa meningkatkan ikatan emosional pemain dengan tim. Sekaligus meningkatkan energi positif sebelum menjalani laga kandang di Stadion Kanjuruhan. Manajemen dan tim pelatih yang menginisiasi agar pemain mencium bendera dengan logo klub kebanggaan sebelum masuk ke lapangan. (zan/gp)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian