CLEAN SHEET bukan hal yang baru untuk Adi Satryo. Mantan pemain PSIS Semarang itu punya statistik nirbobol yang tinggi dalam tiga musim terakhir. Pada musim ini, gawangnya empat kali tidak kebobolan.
Pertama saat melawan Persijap Jepara pada putaran pertama kompetisi. Lalu saat melawan Persijap pada putaran kedua. Setelah itu, saat melawan Persija Jakarta pada 8 Februari yang lalu. Lalu, pada waktu Arema FC berhadapan dengan Semen Padang, Minggu lalu (15/2).
Sedangkan pada musim kompetisi 2024/2025, Adi mencatatkan tujuh kali nirbobol dalam 17 pertandingan. Pada musim 2023/2024, lima kali clean sheet dalam 23 laga. Saat berkostum Persik Kediri pada musim sebelumnya, berhasil mencatatkan empat kali nirbobol.
Performa Adi yang tidak kemasukan dalam tiga laga terakhir mencatatkan hasil yang positif untuk Arema FC. Singo Edan berhasil mendapatkan sembilan poin. Naik ke papan tengah klasemen.
Adi menjelaskan, enggan terlena dengan statistik tersebut. Fokusnya terus memberikan yang terbaik saat mendapatkan kesempatan berlaga. Menurutnya, nirbobol merupakan usaha yang dilakukan elemen tim.
Mulai dari tim pelatih membantu persiapan kiper, para penjaga gawang saling dukung, lalu 11 pemain berusaha supaya tim tidak kemasukan. Baginya, tanpa upaya-upaya itu akan sulit untuk bisa clean sheet. ” Kami (elemen tim) sangat nyaman saat koordinasi dalam hal bertahan,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut membuat para pemain saling support saat bertahan. Menutup celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Satu contohnya, dia membantu pemain belakang dengan menghalau shots on target yang datang. ”Harapan saya bisa mempertahankan tren positif ini dan terus membawa 3 poin,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho