PENENTUAN siapa kapten Arema FC dalam laga BRI Super League tidak sekadar dilihat dari status sang pemain. Posisi itu bisa dijabat penggawa tim yang baru bergabung dengan Singo Edan. Contohnya Hansamu Yama Pranata yang jadi kapten tim dalam dua laga terakhir.
”Kriteria menjadi kapten Arema FC (di pertandingan) tidak sekadar pemain paling lama di tim,” kata General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi. Menurutnya, tim pelatih mempertimbangkan banyak aspek. Di antaranya, punya kemampuan komunikasi, memimpin tim, punya mentalitas kuat, sampai mampu jadi jembatan antara pelatih ke pemain dalam banyak hal saat laga.
Berangkat dari itu, tim pelatih tidak ragu menunjuk Hansamu Yama saat melawan Semen Padang, 15 Februari. Meski pada saat itu, Johan Ahmat Farizi bermain sejak awal laga. Pria kerap disapa Inal itu melihat, Hansamu punya pengalaman panjang jadi kapten.
Mulai saat bermain di kompetisi dengan beberapa klub yang berlega Liga 1. Lalu, pada waktu berkostum tim merah putih. Saat bersama Timnas Indonesia, dia ditunjuk jadi kapten di beberapa tim kelompok usia.
Lantas, apakah Hansamu akan terus menjadi kapten Arema FC di laga selanjutnya? Inal mengatakan, Singo Edan punya banyak opsi terkait siapa pemain yang akan mengemban tugas itu. ”Selain pemain lokal, tim punya kandidat (kapten) dari legiun asing,” terang dia.
Menurut dia, penentuannya adalah kesiapan pemain dan bagaimana situasi jelang laga. Contohnya sebelum melawan Persija, Hansamu, Adi Satryo, Dalberto Luan Belo, Betinho Filho jadi kandidat akibat Johan Ahmat Farizi dan Julian Guevara tidak bisa bermain. Saat itu, Hansamu dipilih setelah Betinho menolak dan beberapa pertimbangan. (gp)
Editor : A. Nugroho