PAMEKASAN - Arema FC memang belum bisa mendulang kemenangan atas Madura United Sabtu malam (21/2). Namun, Pelatih Kepala Singo Edan Marco Santos menyebut pertandingan tersebut menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat away. Itu karena, tim berjuluk Sape Kerrap tampil lebih berbahaya dari putaran pertama.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengungkapkan, laga tadi timnya mampu unggul sementara 2-1, berbeda saat pertemuan di putaran pertama yang harus tertinggal 1-2. Menurutnya, situasi yang berbalik itu menunjukkan mereka mampu beradaptasi dengan permainan Madura United FC.
“Setelah turun minum, pemain mampu menjalankan skema dengan baik dan fokus untuk melancarkan serangan,” katanya.
Marcos mencontohkan dengan dua gol cepat yang dicetak Dalberto Luan Belo dan Joel Vinicius. Skema tersebut memang sudah dipersiapkan untuk mengatasi lini belakang Sape Kerrap. Dengan memanfaatkan celah di antara pemain belakang lawan.
Meski performa di atas lapangan jauh lebih baik, Marcos sedikit menyayangkan terjadi gol kedua Madura United FC di menit-menit akhir. Dia menyebut, situasi itu seharusnya bisa diantisipasi para penggawanya.
“Kami tidak boleh berlarut-larut atas kekecewatan hasil ini. Kami juga harus mempersiapkan laga berikutnya (melawan Borneo FC),” katanya.
Dia percaya, rekor unbeaten sepanjang Februari bisa tetap terjaga saat bertanding 26 Februari mendatang. (zan)
Editor : Aditya Novrian