RADAR MALANG - Laga Arema FC menghadapi Madura United FC kemarin, menjadi ajang reuni dua pelatih asal Brasil. Marcos Santos dan nakhoda Laskar Sape Kerrab Carlos Parreira saling mengenal. Keduanya bersahabat saat masih berkarier di Brasil.
Marcos Santos menjelaskan, pertemuannya dengan Carlos terjadi saat masih melatih di klub Serie A Liga Brasil. Saat itu, Carlos masih berada pada awal karier sebagai asisten pelatih. Pelatih berusia 46 tahun itu semakin mengenal Carlos, saat dia berperan sebagai analis di Timnas Brasil.
”Saya kenal baik dengan dia. (Carlos) Parreira merupakan pelatih yang punya banyak pengalaman,” katanya. Kemampuan dalam menangani klub sangat baik. Itu dibuktikan dalam pertandingan melawan Singo Edan kemarin, dan beberapa laga Madura United sebelumnya.
Baginya, skema permainan yang diterapkan Carlos tidak berubah saat menangani sebuah klub. Dia membuat Madura United menampilkan permainan atraktif. Berusaha menang dengan transisi yang cepat.
Selain itu, Marcos melihat Carlos punya jam terbang cukup tinggi saat melatih di klub Asia. Hal tersebut terbukti dari pengalamannya menangani Al Qaisumah di Liga Arab Saudi serta sejumlah klub Liga Thailand, yakni Khon Kaen United, Chiangmai FC, dan Rayong FC.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Marcos percaya rekannya itu akan berhasil bersama Madura United FC. Dia merasa, Carlos membutuhkan sedikit adaptasi karena baru bergabung saat tengah musim. ”Dia sudah menunjukkan hal itu di sini (Madura United FC). Seiring waktu, skema yang dia inginkan akan terlihat,” tambah dia.
Dia percaya, saat itu terjadi Madura United akan tampil lebih konsisten. Kompetitif untuk finish di posisi yang kompetisi nanti. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian