RADAR MALANG - Moto3 Thailand menjadi panggung pertunjukkan bakat besar Veda Ega Pratama. Pembalap asal Gunungkidul, Jogjakarta ini tampil impresif. Remaja yang baru berusia 17 tahun ini seolah menunjukkan bahwa dia sudah siap menantang pembalap-pembalap terbaik dari seluruh dunia.
Bersaing di kerasnya balapan Chang International Circuit alias Sirkuit Buriram siang ini (1/3), Veda membalap dengan luar biasa dan finish di posisi kelima.
Kecemerlangan Veda sebenarnya sudah terlihat sejak fase kualifikasi balapan. Menempati grid 5 start bersama Honda Team Asia, Vega langsung meledak di lap-lap awal. Dia sempat melorot ke posisi keenam. Namun perjuangannya bersaing dengan calon kuat juara dunia seperti Alvaro Carpe dan Adrian Fernandez membuatnya sempat merangsek ke posisi ketiga.
Aksi menyalipnya yang tajam dan berani mengundang decak kagum komentator balapan. Dia bahkan terus bersaing di rombongan terdepan hingga lap terakhir
Hal itu sangatlah luat biasa. Bukan hanya bagi Honda, tim yang dibelanya. Tetapi juga Veda sendiri. Apalagi, tahun ini adalah tahun pertama bagi Veda di Moto3 alias dia tampil sebagai rookie.
Dengan raihan ini, Veda juga menjadi satu-satunya pembalap Asia di jajaran 10 besar dan sukses mengamankan 11 poin pertamanya.
Balapan yang jadi seri pembuka MotorGP tahun ini sendiri berlangsung sangat sengit. Meski akhirnya, David Almansa, pembalap Spanyol dengan motornya yang jadi juara di Moto3 Thailand ini. Dia unggul dramatis dari Max Quiles yang tampil sebagai runner up.
Bukti Red Bull Tak Salah Pilih
Keberhasilan Veda menjadi bukti bahwa Red Bull sebagai sponsor tak pernah salah pilih. Saat ini, Veda menjadi satu-satunya pembalap Honda di kelas ini yang bekerja sama dengan pabrikan minuman berenergi itu.
Sebagai salah satu penyokong terbesar dana dunia balap, Red Bull memang kerap mengorbitkan pembalap-pembalap hebat. Veda yang tahun ini di helmnya tersemat logo banteng merah diyakini punya kapasitas itu.
Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memang kian mencuri perhatian di kancah balap internasional. Rider berbakat asal Indonesia ini digadang-gadang menjadi salah satu prospek terbaik Tanah Air di ajang Moto3, dengan usia yang masih sangat muda, Veda menunjukkan mental bertarung dan kemampuan teknis yang matang di lintasan.
Moncer di Eropa, Siap Bersaing di Level Dunia
Veda Ega Pratama lahir di Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, pada 23 November 2008. Artinya, pada musim 2026 ini ia masih berusia 17 tahun.
Sejak kecil, Veda sudah akrab dengan dunia balap motor. Bakatnya mulai terlihat ketika ia turun di berbagai kejuaraan balap nasional, sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di level internasional.
Memiliki postur yang ideal untuk kelas Moto3, Veda dikenal sebagai pembalap dengan gaya agresif namun tetap presisi. Ia piawai dalam memanfaatkan slipstream dan memiliki keberanian tinggi saat melakukan overtake di tikungan sempit—kemampuan krusial di kelas Moto3 yang terkenal ketat dan kompetitif.
Karier internasional Veda mulai menanjak ketika ia tampil di ajang FIM JuniorGP World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Di dua kompetisi tersebut, ia bersaing dengan para pembalap muda terbaik dari berbagai negara.
Salah satu pencapaian membanggakan Veda adalah saat ia mampu meraih podium dan tampil konsisten di barisan depan dalam beberapa seri balapan junior Eropa.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan balap usia muda di Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata.
Tak hanya itu, Veda juga menjadi bagian dari program pembinaan pembalap muda yang didukung oleh Astra Honda Motor melalui Astra Honda Racing Team (AHRT).
Dukungan ini memberinya akses terhadap pelatihan profesional, motor kompetitif, serta pengalaman balap di berbagai sirkuit internasional.
Dengan pengalaman di berbagai kejuaraan junior, Veda Ega Pratama diproyeksikan menjadi salah satu kandidat kuat pembalap Indonesia di Moto3 secara penuh. Jika mampu menjaga konsistensi dan terus berkembang secara fisik maupun mental, peluangnya untuk menembus level lebih tinggi—bahkan hingga Moto2 atau MotoGP—terbuka lebar.
Kehadiran Veda menjadi simbol kebangkitan balap motor Indonesia di panggung dunia. Publik Tanah Air tentu berharap ia bisa mengikuti jejak para legenda balap Asia dan mengharumkan nama Indonesia di arena balap paling bergengsi.
Di usia yang masih belia, perjalanan Veda masih panjang. Namun satu hal yang pasti, namanya kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu bintang masa depan balap motor Indonesia. Seri GP Indonesia di Sirkuit Mandalika bakalan ramai? (rm)
Hasil 10 Besar Moto3 Thailand di Chang International Circuit 2026
1. D. Almansa 32'14,186
2. M. Quiles +0,0033.
3. V. Perrone +9,480
4. A. Carpe +9,573
5. V. Pratama +9,687
6. A. Fernandez +9,723
7. B. Uriarte +11,068
8. M. Morelli +11,334
9. J. Esteban +11,541
10. D. Munoz +11,657