RADAR MALANG - Kondisi berpuasa tidak membuat atlet Gulat Kota Malang berhenti berlatih. Mereka tetap berlatih lima kali dalam sepekan untuk menjaga kondisi fisik. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mempersiapkan diri sebelum tampil di kejuaraan tingkat nasional.
Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Malang Wahyudi menjabarkan, jadwal latihan mereka saat puasa tidak berubah. Dimulai pukul tiga dan berakhir pada pukul lima sore. Intensitas latihan para atlet juga tidak diturunkan selama jalani ibadah puasa.
”Latihan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan perlombaan Kejurnas Open yang berlangsung akhir Maret mendatang,” katanya. Dia beralasan, waktu persiapan yang singkat membuat atlet harus memaksimalkan kondisi fisik sesegera mungkin. Selain itu, tim juga perlu mulai menyusun strategi untuk mengantisipasi kekuatan lawan-lawan yang berpotensi dihadapi.
Meski harus berlatih di dalam kondisi berpuasa, Wahyudi memastikan performa anak asuhnya tidak menurun. Anak asuhnya bisa menjalankan program latihan dengan daya tahan dan kekuatan otot yang baik. Karena itu, saat latih tanding tidak mengalami penurunan performa.
Supaya bisa semakin maksimal dalam berlatih, Wahyudi mewanti-wanti anak asuhnya untuk menjaga pola makan. Khususnya saat berbuka puasa dan sahur. Itu karena, asupan makanan tersebut akan memengaruhi energi mereka saat berpuasa keesokan harinya.
Dengan persiapan tersebut, Wahyudi optimistis atlet Gulat Kota Malang bisa tampil kompetitif di Kejurnas 2026. Harapannya, dari perwakilan yang ikut bisa memborong medali di semua kategori lomba yang diikuti. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian