Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Singo Edan Masuk Daftar Denda Tertinggi Komdis PSSI di BRI Super League, Capai Rp455 Juta

Aditya Novrian • Senin, 2 Maret 2026 | 11:00 WIB

LEGAWA: Para pemain Arema FC berdoa bersama sebelum memulai pertandingan BRI Super League.
LEGAWA: Para pemain Arema FC berdoa bersama sebelum memulai pertandingan BRI Super League.

KABUPATEN - Denda yang harus dibayar Arema FC berpotensi besar musim ini. Itu karena, Singo Edan sudah mengumpulkan denda sebesar Rp 455 juta sampai pekan ke-23 BRI Super League. Nilai tersebut membuat Arema FC jadi tim peringkat lima dengan jumlah denda yang tinggi.

Terbaru, denda yang diterima Arema FC berasal dari hasil sidang Komdis PSSI yang terbit pada 25 Februari lalu. Arema FC dijatuhi sanksi Rp 50 juta karena dinilai membiarkan suporter klub hadir dalam laga tandang saat menghadapi Persija Jakarta. Selain itu, denda tambahan Rp 25 juta diberikan akibat empat pemain dan satu official tim menerima kartu kuning dalam laga itu.

Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini dari berbagai sumber, PSM Makassar jadi tim dengan nilai denda tertinggi. Harus membayar Rp 590 juta. Lalu, disusul Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persis Solo di posisi empat. Denda yang dirasakan klub tersebut berasal dari berbagai sanksi.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi memandang denda yang diterima sebagai bagian dari risiko sebuah tim. Terutama saat antusiasme suporter memberikan dukungan klub tercinta yang tinggi pada laga tandang. ”Memang sudah konsekuensinya (rasakan denda). Tetapi (perlu dilihat) penggemar datang ke laga tandang dengan tertib dan tidak anarkis.,” ujarnya.

Baca Juga: Matheus Blade Jadi Solusi Fleksibilitas Arema FC, Cepat Beradaptasi dengan Perubahan Lini Tengah

Berdasar pantauannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, The Jakmania dan Aremania harmonis. Saling mendukung tim masing-masing dengan aksi mereka. Meski dalam laga tersebut, tim tuan rumah kalah.

Menurutnya, situasi tersebut tidak hanya terjadi kepada Arema FC saja. Namun ke sejumlah klub BRI Super League lain. Karena itu, dia merasa kalau aturan larangan away seharusnya bisa ditinjau ulang.

Pria asal Bogor itu melihat, keberadaan suporter tim tamu dapat meningkatkan jumlah penonton di stadion. Pendapatan tim tuan rumah berpotensi bertambah dari penjualan tiket. Atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.

Sedangkan terkait sanksi kartu, dia melihat Arema FC sudah tampil lebih baik. Itu dibuktikan dari tidak adanya kartu merah dalam lima laga putaran kedua. ”Pemain sudah mengerti dampak dari absennya mereka. Ini menjadi langkah bagus untuk kami agar para pemain tetap tersedia,” tandasnya.  (zan/gp)

Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari

Editor : Aditya Novrian
#Arema FC #BRI Super League #denda