KABUPATEN- Tidak bisa memainkan Matheus Blade dan Walisson Maia bakal memberikan ujian untuk pertahanan Arema FC. Itu menyusul, keduanya mempunyai statistik bertahan yang bagus selama bermain di BRI Super League. Selain itu, Bali United yang menjadi lawan mempunyai lini serang yang tajam.
Maia mencatatkan enam tekel, 16 intersepsi, dan sembilan sapuan, dan 100 umpan sukses. Duetnya bersama Hansamu Yama menjadi benteng kukuh di jantung pertahanan. Dalam empat laga mereka membantu tim mencatatkan dua kali nirbobol.
Sedangkan Blade, jadi pemain dengan statistik bertahan tertinggi di antara pemain lini tengah Arema FC lain. Kehadirannya ibarat filter untuk setiap serangan lawan. Fisiknya bagus, membuat dia selalu bermain dalam 90 menit pertandingan dalam 21 laga.
Pemain asal Brasil itu mencatatkan 73 tekel, 64 intersepsi, 24 sapuan. Lalu, mampu melakukan progresi bola dari lini tengah ke depan dengan 670 umpan sukses. Karena itu, absennya dia bisa membuat lini tengah Singo Edan berlubang.
Meski begitu, Gelandang Arema FC Valdeci Moreira melihat, motivasi tim tidak boleh kendur. Misi menang di hadapan pendukung sendiri saat bermain di Stadion Kanjuruhan harus diwujudkan. Baginya, semangat pemain yang absen harus dibawa ke pertandingan.
”Arema FC merupakan tim yang bermain berdasar kolektivitas. Kekuatan dan semangat tim tidak boleh luntur meski satu atau dua pemain penting absen,” ujar dia. Menurutnya, kesempatan meraih selalu ada untuk tim yang mau bekerja keras. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho