Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Usai Imbang Lawan Semen Padang di Pekan ke-24, Begini Komentar Cahya Supriadi Kiper PSIM Yogyakarta

Aditya Novrian • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:10 WIB

Pemain PSIM Yogyakarta berusaha menguasai bola sambil melewati kepungan tiga pemain Semen Padang dalam laga BRI Super League pekan ke-24. (Instagram @psimjogja_official)
Pemain PSIM Yogyakarta berusaha menguasai bola sambil melewati kepungan tiga pemain Semen Padang dalam laga BRI Super League pekan ke-24. (Instagram @psimjogja_official)

RADAR MALANG - Laga BRI Super League pekan ke-24 antara Semen Padang FC dengan PSIM Yogyakarta dilaksanakan pada hari Rabu (04/03/2026) pukul 21.00 WIB. Pelaksanaan pertandingan antara Semen Padang dan PSIM Yogyakarta berlangsung di kandang Semen Padang, tepatnya di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Pada pertandingan kali ini Semen Padang mengeluarkan jumlah pemain yang lebih unggul dibandingkan PSIM Yogyakarta. Meski lebih unggul, tim Semen Padang masih berada di bawah tekanan dari PSIM Yogyakarta. Pertandingan berakhir dengan hasil imbang yaitu 0-0.

Peluang Semen Padang pada pertandingan ini cukup banyak untuk mencetak gol, namun kedua tim memiliki kekuatan yang sama besarnya dan adanya perlawanan satu sama lain membuat pertandingan berlangsung dengan tensi yang tinggi. Di menit-menit awal babak pertama, Semen Padang mendapatkan beberapa peluang emas untuk mencetak gol, namun selalu berhasil dihentikan.

Hingga di menit-menit terakhir pertandingan pekan ke-24, kedua tim masih belum mendapatkan gol. Tambahan waktu bahkan diberikan pada pertandingan antara Semen Padang dan PSIM Yogyakarta, namun hingga waktu tambahan habis kedua tim masih dengan skor yang sama yaitu 0-0. Dalam sesi wawancara yang dilakukan usai pertandingan, Cahya Supriadi menyampaikan kesulitan dalam pertandingan melawan Semen Padang.

Baca Juga: Jadi Player of the Match, Francisco Rivera Buka Suara Usai Persebaya Imbang Lawan Persib Bandung

“Pertandingan yang sulit. Kedua tim sama-sama memainkan permainan yang menyerang, kita bermain lumayan bagus. Semen Padang kita tahu situasi sulit mereka harus menang, tapi kita alhamdulillah mendapatkan satu poin di sini,” ujar Cahya Supriadi.

Permainan berlangsung dengan penuh perlawanan dan penekanan satu sama lain. Persaingan yang ketat membuat kedua tim susah untuk membobol pertahanan satu sama lain. Dalam setiap pertandingan tentunya terdapat tantangan, berikut ungkapan Cahya Supriadi terkait tantangan pada pertandingan kali ini.

“Saya harus lebih fokus karena kekurangan satu pemain dan saya harus mengorganisasi pemain agar tidak melakukan kesalahan. Terlepas dari itu, saya juga harus fokus,” ujar Cahya Supriadi.

Meski PSIM Yogyakarta mendapatkan permasalahan kekurangan pemain karena Fahreza Sudin mendapatkan kartu merah. Kartu merah tersebut didapatkan akibat pelanggaran keras yang dilakukan kepada Samuel Simanjuntak, pemain dari tim Semen Padang. Meski kehilangan satu pemain, PSIM Yogyakarta berhasil membuat skor berakhir imbang.

Kedua tim memiliki persaingan ketat untuk tujuan masing-masing. Meski telah berjuang untuk membawa pulang kemenangan, namun hasil akhir pertandingan kedua tim berakhir imbang. Semen Padang berada di peringkat ke-17 dengan 17 poin dan PSIM Yogyakarta berada di peringkat ke-8 dengan 37 poin.

Penulis: Diva Ayu Herdianasari

Editor : Aditya Novrian
#player of the match #BRI Super League 2025/2026 #Semen Padang vs PSIM Yogyakarta #Pekan ke 24 #cahya supriadi