Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelatih Arema FC Marcos Santos Akui Lini Belakang Bermasalah Jadi Biang Kekalahan Singo Edan dari Bali United

Aditya Novrian • Sabtu, 7 Maret 2026 | 00:01 WIB

Bek Arema FC Hansamu Yama Pranata terjatuh setelah berduel dengan pemain Bali United Diogo Campos di Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/3) malam. (Darmono/Radar Malang)
Bek Arema FC Hansamu Yama Pranata terjatuh setelah berduel dengan pemain Bali United Diogo Campos di Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/3) malam. (Darmono/Radar Malang)

MALANG - Pelatih kepala Arema FC Marcos Santos menyoroti sejumlah kesalahan yang dilakukan timnya setelah kekalahan 3-4 dari Bali United pada laga yang berlangsung Jumat malam (6/3). Menurut dia, gol-gol yang bersarang ke gawang Singo Edan tidak hanya disebabkan oleh kiper, tetapi juga akibat koordinasi lini belakang yang belum maksimal.

Dalam pertandingan tersebut, penjaga gawang Arema Gianluca Pandeynuwu menjalani debut sebagai starter. Namun laga perdananya berakhir kurang mulus setelah harus memungut bola empat kali dari gawangnya.

Bali United mampu mencetak dua gol cepat di babak pertama. Gol pertama lahir dari tendangan melengkung Teppei Yachida pada menit ke-22 yang tak mampu diantisipasi dengan baik. Enam menit berselang, gawang Arema kembali jebol setelah Diogo Campos memenangkan duel satu lawan satu dengan kiper.

Memasuki babak kedua, tekanan dari tim tamu kembali berbuah gol. Teppei Yachida mencetak gol keduanya pada menit ke-66. Situasi semakin sulit bagi Arema ketika bola liar di depan gawang justru berujung gol bunuh diri Betinho Filho pada masa tambahan waktu menit 90+3.

Meski sempat membalas dengan tiga gol dan berusaha mengejar ketertinggalan, Arema FC tidak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Marcos Santos mengakui anak asuhnya menghadapi lawan yang sangat efektif memanfaatkan peluang. Menurut dia, setiap tembakan tepat sasaran dari Bali United mampu menghadirkan ancaman serius bagi lini pertahanan Arema.

“Dia dan lini belakang kami sangat kesulitan mengantisipasi shoot on target mereka,” ujar Marcos seusai pertandingan.

Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa empat gol yang bersarang di gawang Arema tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab penjaga gawang. Ia menilai kesalahan juga terjadi pada organisasi pertahanan tim, terutama pada babak pertama ketika koordinasi lini belakang belum berjalan baik.

Karena itu, Marcos meminta seluruh pemain melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menilai tim tidak boleh kembali melakukan kesalahan individu yang membuka ruang bagi lawan untuk mencetak gol.

“Kesalahan individu yang kami lakukan tidak boleh kembali terulang. Pemain harus tetap fokus sepanjang pertandingan,” tegasnya.

Hasil ini membuat posisi Arema FC di klasemen sementara mengalami penurunan. Singo Edan kini berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 31 poin. Sementara Bali United berhasil naik ke posisi sembilan dengan perolehan 33 poin. (zan)

Editor : Aditya Novrian
#Arema FC #Super League #Bali United