KABUPATEN- Kebijakan Arema FC merekrut pemain multiposisi kembali terasa manfaatnya. Di tengah krisis amunisi, penggawa tim yang bisa bermain di banyak posisi jadi solusi. Pablo Oliveira, Betinho Filho, dan Julian Guevara jadi opsi saat Walisson Maia absen.
Tiga pemain yang berposisi asli sebagai gelandang itu, bisa bermain sebagai center back. Musim ini Pablo mulai memainkan peran sebagai stoper saat melawan Borneo FC Samarinda. Guevara bermain di jantung pertahanan sejak pekan ke-9 melawan PSM Makassar.
Selain pemain-pemain tadi, Gustavo Franca, Dalberto Luan Belo, Valdeci Moreira juga punya kemampuan bermain di banyak posisi. Kemampuan itu membuat tim pelatih punya pilihan strategi. Dalberto yang bermain di winger membuat tim punya banyak opsi serangan. Dia Sudah mencetak dua gol dan satu assist saat memainkan peran itu.
Sedangkan Valdeci dan Franca yang berposisi asli sebagai gelandang serang, saat bermain di winger juga beri kontribusi positif. Sudah menciptakan gol dan assist.
General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, kebijakan merekrut pemain multiposisi merupakan rekomendasi dari pelatih kepala. Menurutnya, Marcos Santos melihat perlu fleksibilitas tim dan strategi, saat mengarungi kompetisi Indonesia yang panjang. ”Coach melihat, saya tim punya kedalaman skuad yang bagus akan memberi keuntungan,” paparnya.
Berangkat dari itu, hampir semua rekrutan Arema FC musim ini merupakan pemain bisa tampil di lebih dari satu posisi. Hal tersebut juga berlaku untuk pemain lokal. Rio Fahmi misalnya, bisa bermain di full back kiri. (zan/gp)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian