BANDAR LAMPUNG – Arema FC gagal menutup laga terakhir di bulan Ramadan dengan hasil manis. Menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa malam (10/3), Singo Edan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1.
Padahal, Arema FC sempat unggul lebih dulu pada babak pertama. Namun dua kartu merah yang diterima pemain Singo Edan membuat Bhayangkara mampu membalikkan keadaan di babak kedua. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif Arema FC yang kini menelan tiga kekalahan beruntun.
Sejak awal pertandingan, Arema tampil cukup dominan. Penguasaan lini tengah berada di tangan trio Pablo Oliveira, Gustavo Franca, dan Betinho Filho. Beberapa peluang berhasil diciptakan sebelum gol akhirnya lahir di penghujung babak pertama.
Pada menit 45+1, sundulan Dalberto Luan Belo yang mengarah ke kotak penalti berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Joel Vinicius. Striker asal Brasil itu menuntaskan peluang menjadi gol dan membawa Arema unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Empat menit berselang, Arema harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Pablo Oliveira diganjar kartu merah. Ia dinilai menginjak kaki Frengky Missa saat berusaha merebut bola.
Meski bermain dengan 10 orang, Arema masih mampu mempertahankan keunggulan hingga babak kedua berjalan cukup lama. Situasi berubah pada menit ke-71 ketika Singo Edan kembali kehilangan pemain.
Dalberto Luan Belo mendapat kartu merah setelah dianggap melakukan gerakan tambahan terhadap Slavko Damjanovic. Arema pun harus melanjutkan pertandingan dengan hanya sembilan pemain.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC. Tuan rumah meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan.
Gol pertama Bhayangkara dicetak oleh Privat Mbarga pada menit ke-75. Tekanan terus berlanjut hingga akhirnya The Guardians memastikan kemenangan lewat penalti Moussa Sidibe pada menit ke-88.
Skor 2-1 untuk Bhayangkara bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kekalahan ini tidak hanya memperpanjang tren buruk Arema FC dalam tiga laga terakhir. Hasil tersebut juga menggagalkan peluang Singo Edan untuk kembali menembus 10 besar klasemen.
Penulis: MA Fauzan
Editor : Aditya Novrian