Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelatih Arema FC Marcos Santos Soroti Kinerja Wasit setelah Kalah dari Bhayangkara FC

Aditya Novrian • Rabu, 11 Maret 2026 | 00:13 WIB

Bek kiri Arema FC Iksan Lestaluhu berduel dengan pemain Bhayangkara FC Moussa Sidibe, Selasa (10/3) malam. (MO Arema FC)
Bek kiri Arema FC Iksan Lestaluhu berduel dengan pemain Bhayangkara FC Moussa Sidibe, Selasa (10/3) malam. (MO Arema FC)

BANDAR LAMPUNG – Pelatih Arema FC Marcos Santos buka suara setelah timnya kalah 2-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan kompetisi di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa malam (10/3). Ia menilai timnya sulit meraih kemenangan karena sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan Singo Edan sepanjang pertandingan.

Dalam sesi konferensi pers seusai laga, Marcos menyebut secara taktik Arema FC mampu tampil kompetitif menghadapi tuan rumah. Bahkan, menurutnya Bhayangkara FC juga tampil kuat karena diperkuat sejumlah pemain berkualitas yang didatangkan pada bursa transfer paruh musim.

Namun demikian, ia menilai beberapa keputusan wasit sejak awal pertandingan membuat timnya kesulitan mengontrol jalannya laga.

“Saya sudah pernah bermain di kasta tertinggi Serie A Brasil dan Copa Libertadores. Tetapi saya tidak pernah mengalami situasi seperti pertandingan tadi,” ujar Marcos.

Meski demikian, pelatih asal Brasil itu menegaskan Arema FC selalu menghormati keputusan wasit. Hanya saja, ia berharap keputusan di lapangan bisa lebih adil karena dinilai sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

Marcos juga menyoroti kartu merah yang diterima Pablo Oliveira pada babak pertama. Menurutnya, keputusan tersebut masih bisa diperdebatkan. Begitu pula dengan kartu merah yang diterima Dalberto Luan Belo pada babak kedua.

Ia menilai dalam insiden tersebut seharusnya pemain Bhayangkara FC yang menahan pergerakan Dalberto juga mendapat hukuman serupa.

Terlepas dari hasil akhir yang mengecewakan, Marcos mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya. Ia menilai anak asuhnya tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski harus bermain dengan sembilan pemain di lapangan.

“Situasi itu sangat sulit. Tetapi saya sangat bangga dengan para pemain karena mereka tetap berjuang sampai akhir pertandingan,” tandasnya.

Penulis: MA Fauzan

Editor : Aditya Novrian
#Arema FC #Super League #bhayangkara fc