BANDAR LAMPUNG – Keputusan tidak biasa dilakukan Arema FC saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC, Selasa malam (10/3). Singo Edan mengganti penjaga gawang di menit-menit akhir pertandingan meski kiper utama yang tampil sejak awal, Gianluca Pandeynuwu, tidak mengalami masalah kebugaran.
Pergantian itu terjadi pada menit ke-86 ketika Bhayangkara FC mendapat hadiah tendangan penalti. Penalti diberikan setelah gelandang Arema FC Roberto Pimenta Vinagre Filho (Betinho) dinilai melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.
Dalam situasi krusial tersebut, pelatih Arema FC Marcos Santos memutuskan menarik Gianluca dan memasukkan kiper senior Lucas Frigeri. Pergantian itu dilakukan sebagai strategi khusus untuk menghadapi eksekusi penalti.
Frigeri dikenal memiliki kemampuan cukup baik dalam mengantisipasi tendangan penalti. Pengalaman tersebut bahkan sempat membantu Arema FC meraih gelar Piala Presiden 2024 melalui beberapa penyelamatan penting dalam adu penalti.
Namun pada kesempatan kali ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Eksekusi penalti Bhayangkara FC yang diambil Moussa Sidibe gagal dibaca dengan tepat oleh Frigeri sehingga bola tetap bersarang di gawang Arema FC.
Meski kebobolan, kiper berusia 37 tahun itu tetap menunjukkan performa cukup solid di sisa waktu pertandingan. Frigeri sempat melakukan beberapa penyelamatan penting yang mencegah Bhayangkara FC menambah keunggulan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk Bhayangkara Presisi Lampung FC tetap bertahan.
Penulis: MA Fauzan
Editor : Aditya Novrian