BANDAR LAMPUNG – Kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC membuat posisi Arema FC di klasemen sementara BRI Super League belum beranjak. Hingga pekan ke-25, Singo Edan masih tertahan di peringkat ke-11 dengan koleksi 31 poin.
Hasil tersebut juga menggagalkan peluang Arema FC untuk kembali menembus 10 besar klasemen. Bahkan, kekalahan ini memperpanjang tren negatif Singo Edan yang kini menelan tiga kekalahan beruntun.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa malam (10/3), Arema FC sebenarnya sempat berada di atas angin. Tim asuhan Marcos Santos mampu unggul lebih dulu pada babak pertama.
Sepanjang paruh pertama pertandingan, Arema tampil cukup dominan. Lini tengah yang diisi Pablo Oliveira, Gustavo Franca, dan Betinho Filho mampu mengontrol permainan. Beberapa peluang tercipta hingga akhirnya gol pembuka lahir di masa injury time babak pertama.
Pada menit 45+1, sundulan Dalberto Luan Belo ke arah kotak penalti berhasil diselesaikan Joel Vinicius menjadi gol. Arema FC pun unggul 1-0.
Namun situasi berubah cepat. Empat menit kemudian, Arema harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Pablo Oliveira diganjar kartu merah usai dinilai menginjak kaki Frengky Missa.
Meski bermain dengan 10 orang, keunggulan Arema FC masih mampu dipertahankan hingga babak kedua berjalan cukup lama. Petaka kembali datang pada menit ke-71 ketika Dalberto Luan Belo juga harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah.
Bermain dengan sembilan pemain membuat tekanan Bhayangkara Presisi Lampung FC semakin meningkat. Tuan rumah akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol Privat Mbarga pada menit ke-75.
The Guardians kemudian memastikan kemenangan setelah Moussa Sidibe mencetak gol lewat tendangan penalti pada menit ke-88. Skor 2-1 untuk Bhayangkara bertahan hingga peluit akhir pertandingan.
Penulis: MA Fauzan
Editor : Aditya Novrian