Hujan Kartu di Laga Bhayangkara Presisi vs Arema FC: Wasit Jepang Yudai Yamamoto Obral 4 Kartu Merah Langsung, Ini Detailnya
Aditya Novrian• Rabu, 11 Maret 2026 | 15:29 WIB
Pemain Arema FC Matheus Blade menyundul bola dalam laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Selasa (10/3). (MO Arema FC)
MALANG – Duel panas antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Arema FC tidak hanya menyisakan drama skor, tetapi juga catatan disiplin yang luar biasa. Wasit asing asal Jepang, Yudai Yamamoto, menjadi sorotan utama setelah mengeluarkan total 10 kartu dalam satu pertandingan.
Tak tanggung-tanggung, Yamamoto tercatat mengeluarkan 4 kartu merah langsung dan 6 kartu kuning, sebuah jumlah yang sangat jarang terjadi dalam satu laga di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kronologi Hujan Kartu: Dari Menit Awal Hingga Peluit Akhir
Ketegangan sudah terasa sejak babak pertama. Joel Vinicius membuka daftar penerima kartu kuning di menit ke-23, disusul oleh Pablo Oliveira dan Moises Wolschik.
Namun, puncak tensi terjadi menjelang turun minum. Pablo Oliveira harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah langsung pada menit 45+8’.
Memasuki babak kedua, situasi tidak kunjung mendingin. Dalberto dari kubu Arema FC menyusul ke ruang ganti lebih cepat setelah diganjar kartu merah pada menit ke-71.
Uniknya, ketegangan ternyata tidak berhenti meski peluit panjang telah ditiup. Yudai Yamamoto tetap menunjukkan ketegasannya dengan memberikan kartu merah kepada dua sosok penting setelah laga berakhir:
Matheus Blade Nascimento (Pemain)
Rahmat Taufiq Hentihu (Official Arema FC)
Berikut adalah daftar lengkap pemain yang "dihadiahi" kartu oleh wasit asal Negeri Sakura tersebut:
Waktu
Nama Pemain / Official
Jenis Kartu
23'
Joel Vinicius
Kuning
35'
Pablo Oliveira
Kuning
40'
Moises Wolschik
Kuning
45+8'
Pablo Oliveira
Merah
63'
Putu Gede Juni
Kuning
68'
Slavko Damjanovic
Kuning
71'
Dalberto
Merah
90+9'
Moussa Sidibe
Kuning
FT
Matheus Blade Nascimento
Merah
FT
Rahmat Taufiq (Official)
Merah
Kinerja Wasit Asing Jadi Perdebatan
Kehadiran wasit import seperti Yudai Yamamoto diharapkan mampu meningkatkan standar kepemimpinan di lapangan. Namun, dengan 4 kartu merah langsung dalam satu laga, kinerja Yamamoto kini menuai beragam reaksi dari para pecinta sepak bola tanah air.
Beberapa menganggap ketegasannya diperlukan untuk mendisiplinkan pemain, sementara yang lain menilai intensitas pemberian kartu tersebut terlalu tinggi untuk sebuah pertandingan liga.