DAMPAK konflik yang terjadi di Timur Tengah dirasakan pelatih dan pemain Unggul FC Malang. Perjalanan Pivot Wellington Pereira dan Pelatih Kepala Andre Brocanelo kembali ke Indonesia tersendat. Penerbangan mereka tertahan di Eropa akibat terjadi penutupan wilayah udara di Dubai dan Doha.
Sebagai informasi, perjalanan pesawat dari Eropa ke Asia tidak bisa dilakukan secara direct. Mengharuskan maskapai penerbangan transit terlebih dahulu. Tempat transit yang dituju umumnya Bandara Doha di Qatar atau Dubai di Uni Emirat Arab (UEA).
Andre dan Wellington sedang berada di Eropa sejak Februari lalu. Mereka direncanakan berangkat menuju Indonesia pada awal Maret lalu. ”Saat akhir Februari konflik di Timur Tengah pecah jadi semua penerbangan ditunda,” ungkap Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono.
Beruntung saat itu terjadi, Andre dan Well -sapaan akrab Wellington- masih berada di Spanyol dan Portugal. Saat berada di tempat transit, keduanya akan sulit untuk keluar. Penerbangan dari Doha atau Qatar diperkirakan off berminggu-minggu.
Baca Juga: Unggul Sports Center Quickplay Mini Soccer Ramai Peserta, 8 Tim Bertanding hingga Tengah Malam
Dalam waktu hampir dua pekan ini, manajemen Unggul FC Malang berupaya untuk bisa memberangkatkan keduanya ke Indonesia. Namun, situasi yang belum mereda membuat banyak maskapai penerbangan menunda perjalanan. Klub sempat membuka opsi lain supaya keduanya bisa segera berlatih di Indonesia.
”Kami coba rute perjalanan yang lain, tetapi ongkos biayanya jauh lebih mahal,” katanya. Dia mencontohkan rute penerbangan Well ke Indonesia saat ini. Pivot berkebangsaan Brasil itu harus melakukan perjalanan dari Paris lalu direct ke Bangkok. Setelah itu, membeli tiket dari Bangkok ke Jakarta, kemudian melakukan perjalanan terpisah menuju Malang. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian