MALANG KOTA – Sebelum laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC punya statistik bagus melawan tim promosi. Singo Edan berhasil mencatatkan unbeaten. Bermain imbang melawan PSIM Jogjakarta, menang dua kali atas Persijap Jepara. Lalu mengalahkan Bhayangkara Presisi Lampung FC saat putaran pertama.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan sejak awal tidak pernah meremehkan tim promosi. Dia melihat tim seperti Bhayangkara Presisi Lampung FC selalu memberikan perlawanan sengit. Selain itu, mereka dilihat punya faithing spirit untuk terus tampil di kompetisi kasta tertinggi.
”Semangat mereka (tim promosi) untuk bisa bertahan di Liga juga dapat memengaruhi jalannya laga,” kata dia. Menurutnya, pada putaran pertama Bhayangkara Presisi Lampung FC punya komposisi tim yang kuat. Mereka semakin berbahaya saat putaran kedua dengan amunisi baru.
Baca Juga: BRI Super League Pekan ke-25: Moussa Sidibbe Jr Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara atas Arema FC
Persijap Jepara dan PSIM Jogjakarta juga dilihat melakukan hal serupa. Selepas putaran pertama melakukan pembenahan. Lalu, menambah kekuatan tim supaya bisa tampil kompetitif di kompetisi.
Menurutnya, kalah atas tim promosi bisa menjadi pelajaran berharga bagi Arema FC. Elemen tim bisa mengetahui apa saja faktor yang menjadi penyebab kehilangan poin. Tim juga akan semakin waspada menghadapi laga selanjutnya.
”Kami akan berbenah. Memperbaiki apa yang jadi kekurangan di laga sebelumnya,” katanya. Marcos melihat tanpa melakukan perbaikan akan sulit mencapai target. Harapannya selama libur semua penggawa tetap jaga kondisi.
Di tempat terpisah, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, kekuatan tim di BRI Super League cukup merata musim ini. Tim berstatus promosi tidak bisa dipandang sebelah mata. ”Kami tidak bisa meremehkan tim manapun. Yang baru merasakan kompetisi tertinggi (Liga Indonesia) sering memberikan kejutan. Kompetisi juga berjalan ketat,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian