MALANG - Nama Max Dowman mendadak menjadi perbincangan dunia sepak bola setelah penampilan sensasionalnya bersama Arsenal. Pemain berusia 16 tahun itu tampil gemilang dan mencetak sejarah dalam laga melawan Everton FC di kompetisi Premier League.
Dowman menjadi pahlawan kemenangan Arsenal dalam laga yang berakhir 2-0. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-74, ia langsung memberi dampak besar dengan menciptakan satu assist dan satu gol di penghujung pertandingan.
Gol yang ia cetak bahkan mencatatkan sejarah. Pada usia 16 tahun 73 hari, Dowman resmi menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah Premier League.
Biodata Singkat
- Nama lengkap: Max Robert Dowman
- Tanggal lahir: 31 Desember 2009
- Tempat lahir: Chelmsford, Inggris
- Usia: 16 tahun
- Tinggi: 1,83 meter
- Posisi: gelandang serang / sayap kanan
- Klub: Arsenal FC
- Tim nasional: Inggris U19
Dowman dikenal sebagai pemain yang biasa bermain di sisi kanan serangan, kemudian menusuk ke tengah dengan kaki kirinya yang dominan.
Lulusan Akademi Arsenal
Dowman bergabung dengan akademi Arsenal sejak usia delapan tahun setelah sebelumnya bermain di klub lokal Billericay Town. Perkembangannya sangat cepat hingga ia sudah bermain untuk tim U18 Arsenal ketika baru berusia 13 tahun.
Bakatnya mulai menarik perhatian publik ketika:
- menjadi starter termuda Arsenal pada usia 15 tahun 302 hari
- menjadi pemain termuda dalam sejarah Liga Champions saat tampil pada 2025
Baca Juga: Gelandang dan Winger Arema FC Pilih Destinasi Wisata Ini Selama Jeda Panjang
Penampilan Sensasional yang Mengubah Laga
Saat Arsenal kesulitan menembus pertahanan Everton, pelatih Mikel Arteta memasukkan Dowman di babak kedua.
Keputusan itu terbukti jitu. Ia:
- memberi assist untuk gol Viktor Gyökeres pada menit 89,
- kemudian mencetak gol lewat solo run dari tengah lapangan pada injury time.
Penampilan tersebut membuatnya langsung menjadi pemain yang paling dibicarakan setelah pertandingan.
Disebut Calon Bintang Besar
Banyak pelatih akademi Arsenal menyebut Dowman sebagai pemain dengan teknik tinggi, visi bermain matang, serta keberanian menghadapi pemain senior.
Bahkan salah satu pelatih akademi menyebut gaya mainnya mengingatkan pada legenda Brasil, Kaká, karena kombinasi kecepatan, dribel, dan kemampuan menciptakan peluang.
Jika terus berkembang, Dowman berpotensi menjadi generasi baru bintang Arsenal setelah Bukayo Saka.
Editor : Aditya Novrian