
MAKSIMALKAN LATIHAN: Atlet Perbakin Kota Batu Azzam Kenzie Al Fawwaz berlatih menembak di Vicadha Shooting Range, Kecamatan Singosari, pekan lalu.
ATLET yang menjalani sesi latihan selama bulan Ramadan mempunyai beragam pilihan waktu yang ideal. Ada yang memilih menempa diri saat pagi hari karena masih bertenaga. Beberapa memilih berlatih malam hari saat energi telah dipulihkan dengan berbuka puasa.
Atlet Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kota Batu Azzam Kenzie Al Fawwaz memilih menggeser waktu latihan jadi pagi hari dari awalnya mulai. pukul 11.00. Selama bulan Ramadan dia start menempa diri pada pukul 09.00. Satu pertimbangannya, lebih bisa maksimal dalam waktu itu.
”Saat latihan pagi, energi saya jauh lebih banyak. Jadi kondisi fisik saya tetap terjaga,” ungkap Azzam. Kondisi tersebut berbeda saat dirinya berlatih pada siang atau saat sore. Tubuhnya mulai kekurangan energi yang berdampak kepada fokus.
Selama berlatih, durasi latihan yang dijalaninya tidak berubah, yakni enam jam. Selama waktu itu, dia berlatih teknik dan menjaga konsistensi hasil tembakan. Terkadang, menambah aktivitas lari untuk menjaga tubuhnya tetap bugar.
Intensitas latihan yang cukup tinggi itu bukan tanpa alasan. Azzam tengah mempersiapkan diri mengikuti Kejuaraan Nasional yang digelar PB Perbakin di Jakarta. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
Baca Juga: Perbakin Kota Batu Perbanyak Prestasi sebelum Porprov
Menurutya, keuntungan lain berlatih pada pagi hari adalah aktivitas saat waktu itu bisa selesai sebelum waktu berbuka puasa. Dengan begitu, dirinya memiliki banyak kesempatan untuk menyiapkan makanan berbuka guna mengembalikan energi yang hilang saat latihan setiap hari. ”Biasanya saya menjaga asupan dengan nasi, telur, dan ayam,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho