KABUPATEN - Gol penalti yang dicatatkan Dalberto Luan Belo musim ini mengalami peningkatan signifikan. Sampai pekan ke-25 BRI Super League, penyerang berusia 31 tahun itu sudah menceploskan lima gol dari titik putih. Saat ini, dia total mengoleksi 14 gol dari 20 penampilan bersama Singo Edan di BRI Super League.
Pada Liga 1 2024/2025, Dalberto hanya sekali mencetak gol dari titik putih. Itu terjadi saat Arema FC berhasil menang 6-2 atas PSS Sleman pada Februari 2025. Sementara catatan 14 gol sisanya tercipta melalui skema open play.
Torehan tersebut, membuatnya menjadi salah satu eksekutor penalti paling klinis di antara pemain BRI Super League musim ini. Capaian gol itu, menyamai torehan statistik winger Persebaya Surabaya Bruno Moreira. Lalu, gelandang PSIM Jogjakarta Ze Valente.
Dalberto mengatakan, dirinya sangat senang bisa mencetak gol dari situasi penalti. Menurutnya, jadi eksekutor tendangan 12 pas bukan pekerjaan mudah. Ada tekanan dan tuntutan untuk bola yang di cetak masuk.
Apalagi saat posisi tim sedang butuh gol untuk menyamakan kedudukan atau memenangkan laga. Beban yang dipikul dirasa tak ringan. ”Kesempatan itu (menendang penalti) menunjukkan kalau saya dipercaya dalam momen krusial,” ungkap dia.
Mantan pemain Madura United itu menjabarkan, sejatinya Arema FC punya banyak eksekutor penalti. Seperti Joel Vinicius, Gabriel Silva, dan Gustavo Franca. Namun Pelatih Kepala Marcos Santos lebih sering memercayakan tugas tersebut kepadanya.
Pemain bernomor punggung 94 itu mengakui kalau mengeksekusi penalti tidak hanya membutuhkan latihan saja. Mentalitas saat menghadapi tekanan sebelum menendang bola harus dipersiapkan. Dirinya hampir selalu mendapatkan gangguan sebelum menendang penalti.
”Saya beruntung banyak rekan-rekan lain yang membantu saya agar tetap fokus,” katanya. Saat melawan Bali United FC, Dalberto dan Joel Vinicius berada di luar kotak penalti untuk menjaga jarak pemain lawan. Sementara Gustavo Franca berpura-pura jadi eksekutor, kemudian mantan pemain Persija itu memberikan bola kepada Dalberto saat kotak penalti sudah steril. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo