Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjuangan Atlet MPI Kota Malang Fadhil Aulia Mufti Lanjutkan Prestasi Internasional

M. Affan Fauzan • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:21 WIB
FOKUS PADA TUJUAN: Fadhil Aulia Mufti berlatih menembak di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. (Fadhil Aulia Mufti For Radar Malang)
FOKUS PADA TUJUAN: Fadhil Aulia Mufti berlatih menembak di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. (Fadhil Aulia Mufti For Radar Malang)

 

Rela Lebaran tanpa Keluarga untuk Maksimalkan Persiapan Seleksi Nasional

Ambisi Fadhil Aulia Mufti tidak berhenti setelah menorehkan medali perak di ajang SEA Games 2025, Desember 2025 lalu. Atlet Modern Pentathlon Indonesia (MPI) itu berhasrat menaklukkan kejuaraan internasional lainnya. Yang masuk dalam bidikannya saat ini yakni Asian Games 2026. 

M.A. Fauzan Al Riyadh Panjaitan

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Gema takbir Idul Fitri tahun ini terasa berbeda bagi Fadhil Aulia Mufti. Dia harus merayakan hari kemenangan di Jogjakarta, lokasi pemusatan latihan cabang olahraga Modern Pentathlon Indonesia (MPI). Di sana, dia harus menjalani training camp selama satu bulan. 

Keberadaan Fadhil di Jogjakarta itu jadi bagian dari persiapan menghadapi rangkaian Seleksi Nasional (Seleknas), yang dijadwalkan berlangsung pada 2 sampai 5 April mendatang.

Informasi soal pemusatan latihan tersebut awalnya diketahui Fadhil pada 8 Februari lalu. Saat itu, dia masih menjalani masa rehat setelah mengikuti SEA Games 2025 di Thailand. Dia juga sedang mengejar ketertinggalan mata kuliah karena sempat absen selama dua semester.

Kebetulan, tempat seleksi tersebut tidak jauh dengan tempatnya berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Karena itu, dia memutuskan untuk menggeber aktivitas fisiknya di tempat tersebut. Apalagi, kategori yang dia ikuti kali ini berbeda dibanding saat turun di SEA Games 2025.

Basic saya sebenarnya di Laser Run (gabungan olahraga menembak dan lari). Sementara untuk seleksi nanti di kategori pentathlon (lima gabungan olahraga),” kata atlet berusia 22 tahun tersebut. Untuk diketahui, pentathlon merupakan gabungan lima cabang olahraga (cabor). Terdiri atas cabor lari, renang, menembak, anggar, dan berkuda atau rintangan (obstacle). 

Dengan cakupan yang lebih luas, Fadhil harus memiliki persiapan yang panjang agar bisa menguasai cabor lain. Karena itu, dia selalu menjalankan program latihan setiap hari. Dimulai pukul 06.00 dengan berlatih lari sambil menembak target. 

Kemudian, dua jam sebelum Magrib, dia mengasah kemampuan anggar. Baru setelah itu ditutup dengan latihan renang. Terkait latihan obstacle, Fadhil memang belum memiliki tempat khusus. Sebab, biasanya rintangan yang diberikan berbeda-beda. Tergantung penyelenggara perlombaan. 

 

Karena itu, dia lebih banyak melakukan aktivitas gym untuk menguatkan otot core-nya (otot perut, punggung, panggul, dan pinggul).

Pemusatan latihan itu ternyata masih dilakukan secara mandiri. Atlet yang mengikuti seleknas harus membuat program sendiri untuk bisa memaksimalkan kondisi fisiknya. 

Beruntung, dia mendapatkan arahan khusus dari beberapa pelatih pentathlon yang sempat membantunya di ajang SEA Games tahun lalu.

Persiapan tersebut rupanya mendapatkan dukungan penuh dari orang tua Fadhil. 

Meski tidak bisa bersama saat hari raya, ayah dan ibunya memahami kondisi tersebut. ”Orang tua bilang tidak apa-apa belum bisa pulang tahun ini. Yang terpenting selalu menjaga diri dan semangat dalam menatap seleknas,” ujar pemuda kelahiran Medan tersebut.

Selama berada di Jogjakarta, Fadhil memutuskan untuk tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan orang tua. Sebab, itu akan membuat dia semakin kangen dan membuat fokusnya terpecah. Dia hanya fokus untuk berkomunikasi via telepon dan video call saat sedang senggang saja.

Perjuangan Fadhil dalam menekuni olahraga tersebut sudah berlangsung sejak lama. Awalnya dia ingin tampil mewakili Indonesia di ajang MPI. Namun langkah tersebut selalu gagal karena tak kunjung dipanggil kontingen Sumatera Utara. 

Pada 2024 lalu, dia mendapatkan tawaran dari salah satu dosen yang berasal dari Kota Malang. Menawar dia kesempatan mengikuti banyak perlombaan di Jawa Timur. Peluang tersebut langsung disetujuinya.

Meski sudah berstatus sebagai atlet Kota Malang, dia harus melalui berbagai perlombaan agar bisa meraih medali perdana. Momen tersebut berhasil diperoleh ketika mengikuti perlombaan MPI di Singapura tahun lalu. Dia meraih medali perunggu sekaligus mengungguli sejumlah seniornya. 

Itu membuat dia mendapatkan kesempatan dalam ajang internasional di Thailand. Dia meraih medali emas kategori Laser Run. Torehan tersebut membuat dia dipanggil untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2025.

Pada April mendatang, Fadhil bakal mengikuti Kejurnas MPI. Jika berhasil meraih podium, peluang dia untuk masuk tim Indonesia di ajang Asian Games 2026 cukup tinggi. ”Semoga pengorbanan saya berlatih menguasai pentathlon bisa membuahkan hasil terbaik di Kejurnas, dan bisa merasakan kejuaraan internasional lagi,” harap dia. (*/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#atlet MPI #SEA Games 2025 #Atlet Malang #lebaran 2026