MESKI belum ada satu tahun berkostum Arema FC, Gustavo Franca sudah merasa nyaman tinggal di Malang. Pemain asal Brasil itu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan di Malang. Situasi itu membuat proses adaptasi bersama tim tidak menemui kendala berarti.
Pemain bernomor punggung 77 itu mengatakan, ada banyak perbedaan antara Malang dan Jakarta. Salah satu yang paling terasa, suasana di Bumi Arema lebih tenang. Artinya, bukan daerah yang aktivitas pendudukan intens dengan jalan penuh kendaraan setiap hari.
Baca Juga: Cerita Gelandang Arema FC Gustavo Franca Bertanding Melawan Pemain Napoli
”Suasana di sini (Malang) lebih nyaman dan tenang. Sedangkan lalu lintas di Jakarta setiap hari lebih padat,” katanya. Dia melihat, situasi padatnya lalu lintas Jakarta hampir terjadi setiap hari. Menurutnya, hampir sama dengan kota-kota besar yang berada di negara asalnya.
Meski begitu, dia menaruh respect kepada orang-orang di Jakarta dan Malang. Itu menyusul, menerima dirinya sebagai penggawa Singo Edan dan Macan Kemayoran. Selalu ramah saat bertemu dengan dirinya.
Selama tinggal di Malang, Franca masih kesulitan untuk beradaptasi dengan makanan. Menurutnya, belum bisa klik saat mengonsumsi kudapan khas bumi Arema. Terutama, makanan pedas yang tak cocok dengan lidahnya.
Selama ini, dia memilih memasak sendiri. Saat sedang makan di luar, memilih restoran yang menyediakan makanan khas Brasil atau Spanyol. ”Saat saya berlibur ke Bali, juga mencari makanan khas Brasil,” katanya. Tapi dia yakin, berjalannya waktu akan bisa untuk beradaptasi. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho