Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Indonesia vs Bulgaria: Kalah Tipis di Final FIFA Series 2026, Lini Serang Timnas Belum Cukup Tajam, Ole Kesulitan Buka Ruang Tembak

A. Nugroho • Senin, 30 Maret 2026 | 22:36 WIB
MAKIN KOMPAK: Dominasi Timnas Indonesia atas Bulgaria malam ini (30/3) belum cukup untuk membawa Indonesia juara FIFA Series 2026. Indonesia kalah 0-1.
MAKIN KOMPAK: Dominasi Timnas Indonesia atas Bulgaria malam ini (30/3) belum cukup untuk membawa Indonesia juara FIFA Series 2026. Indonesia kalah 0-1.

RADAR MALANG - Harapan fans Timnas Indonesia menyaksikan timnya menjadi juara dalam final FIFA Series 2026 malam ini (30/3) pupus sudah. Bulgaria, tim yang dilatih Aleksandar Dimitrov, sukses menggagalkan ambisi skuad Garuda untuk tampil sebagai yang terbaik. Jay Idzes dkk kalah tipis dengan skor 0-1 berkat gol Marin Petkov dari titik putih pada menit 38.

Hadiah penalti itu diberikan Nazmi Nasaruddin, wasit asal Malaysia usai dirinya melihat VAR. Dalam tayangan video, Kevin Diks dianggap melanggar Zdravko Dimitrov hingga terjatuh di kotak penalti. 

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Indonesia sebenarnya memegang kendali. Dengan rotasi 5 pemain starter, Timnas mampu melakukan pressing ketat dan menjaga determinasi di lini tengah.

Sebaliknya, Bulgaria justru tampil sangat hati-hati. Mereka menerapkan garis pertahanan rendah dan justru mengincar serangan balik.

Di babak pertama, selain gol penalti Petrov, nyaris tak ada peluang yang membahayakan gawang Timnas yang dikawal Emil Audero.

Baru di babak kedua, Bulgaria bermain lebih terbuka. Namun ketika Indonesia merespons dengan memasukkan sejumlah nama seperti Ivar Jenner dan Elkan Baggott, Bulgaria justru kembali bertahan di belakang.

Sayang di pertandingan ini, penyelesaian akhir penyerang-penyerang Timnas Indonesia kurang klinis.

Apalagi Ole Romeny yang menjadi pusat kreativitas serangan Garuda tak diberikan ruang untuk bergerak oleh lawan.

Begitu mendapat bola, dua pemain langsung melakukan tekanan ke arahnya. Pemain Oxford United itu pun sulit berbalik menghadap ke gawang baik untuk melakukan umpan terobosan atau tembakan.

Coach John Herdman terlihat sudah melakukan pendekatan yang tepat. Timnya sukses menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, skema. 4-3-2-1 yang diterapkannya ternyata belum cukup untuk menembus pertahanan Bulgaria yang menghuni peringkat 86 dunia.

Kevin Diks yang diharapkan bisa tampil spartan kurang memberikan dampak signifikan. Terutama saat melakukan proses serangan balik. Diks justru lebih banyak melakukan delay bola dan memberi umpan ke belakang, alih-alih melakukan umpan kunci ke lini serang.

Sementara Nathan Tjoe A On di kiri juga tak menunjukkan kreativitas yang dibutuhkan. Nathan lebih sering melakukan early cross yang cukup mudah dibaca lawan. Begitu pula Ramadhan Sananta di depan yang seperti terisolir sendirian.

Masalahnya, tak seperti Saint Kitts and Nevis yang banyak melakukan kesalahan koordinasi antar lini, Bulgaria justru tampil disiplin dan sangat minim blunder. Alhasil, peluang Timnas Indonesia pun juga sangat sedikit.  (rm)

Editor : A. Nugroho
#indonesia vs bulgaria #FIFA series 2026 #Timnas #garuda #Hasil #Skuad