RADAR MALANG-Intensitas latihan pemain Arema FC di pusat kebugaran atau gym meningkat setelah libur Lebaran. Tim pelatih ingin, kombinasi latihan di lapangan dan tempat gym meningkatkan kondisi fisik penggawa tim. Mereka percaya, kegiatan tersebut efektif dari aspek hasil.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menjabarkan, peningkatan aktivitas latihan di gym selalu mereka lakukan saat tim sedang dalam periode jeda kompetisi. Termasuk, saat penggawa Singo Edan latihan mandiri saat libur Idul Fitri. Menurutnya, program itu mempercepat pemain tim untuk meningkatkan stamina, massa otot sekaligus mengurangi berat badan.
”Melihat kondisi pemain (setelah hari raya), kami menggelar dua kali gym dalam satu pekan ini,” katanya. Kondisi tersebut memang berbeda jika dibandingkan pada putaran pertama dan musim lalu. Saat itu, program fisik tambahan berlangsung di Lapangan Wonoayu, Wajak, dan Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan.
Namun, situasi yang tidak memungkinkan pada putaran kedua membuat tim pelatih memilih jalan alternatif itu. Bagi pelatih asal Brasil itu, secara jarak berlatih di pusat kebugaran lebih baik. Para pemain tak perlu melakukan perjalanan yang jauh dan secara performa fisik hampir serupa.
Sejauh ini, Marcos melihat skuadnya mendapatkan banyak keuntungan dari latihan gym. Salim Tuharea cs mampu berlatih dengan durasi yang lebih lama. ”Ini juga membantu mereka agar bisa tetap bermain bagus pada menit-menit akhir pertandingan,” tambah dia.
Nakhoda berusia 46 tahun itu berharap, hasil dari program gym bisa membawa efek besar di pertandingan berikutnya. Itu karena, ke depan harus menghadapi Malut United. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo