KABUPATEN-RADAR MALANG- Arema FC berusaha melakukan persiapan maksimal sebelum melawan Malut United. Upaya itu dilakukan dengan salah satu tujuannya meredam kekuatan lawan. Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu dilihat sebagai tim yang harus dihadapi dengan cara khusus.
Klub identik kostum merah itu dilihat mempunyai lini serang yang tajam dan berbahaya. Mengandalkan trisula lini depan yang punya produktivitas gol tinggi seperti David da Silva, Tyronne del Pino, dan Ciro Alves. Mereka sudah mengemas 34 gol sejauh ini.
Demi bisa mengatasi tantangan itu, Pelatih Kepala Arema FC merasa aspek bertahan harus segera dibenahi. Dia dan tim pelatih melihat, dalam empat laga terakhir timnya sering kemasukan dengan margin lebih dari satu gol. Apabila gagal mengantisipasi problem itu, akan sulit mendapatkan poin maksimal.
”Kami harus lebih disiplin lagi dalam menjaga struktur (bertahan),” tambah pelatih berusia 46 tahun itu. Tidak hanya itu, dirinya juga mewanti-wanti Hansamu Yama dkk tidak menurunkan kewaspadaan saat melakukan penjagaan satu lawan satu. Sebab, penggawa Malut United mampu memanfaatkan celah kecil di pertahanan lawan untuk mencetak gol.
Arema FC sempat merasakan situasi itu pada putaran kompetisi. Saat itu, gawang Singo Edan dibobol Tyronne del Pino.
Di tempat terpisah, Gelandang Serang Arema FC Gustavo Franca memandang inkonsistensi lawan bisa menjadi pelecut tim untuk bangkit. Mereka bisa mengeksploitasi kelemahan mereka untuk unggul terlebih dahulu. ”Kalau kami mampu mendominasi laga dan mencetak gol lebih dahulu, peluang untuk meraih kemenangan akan besar,” tambah dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo