KABUPATEN- RADAR MALANG – Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos melakukan berbagai eksperimen sebelum menghadapi Malut United FC nanti sore (15.30 WIB). Selain mengutak-atik komposisi tim, dia juga mencoba strategi permainan. Salah satunya, dengan menerapkan bermain dengan tiga pemain belakang.
Itu sebagai antisipasi dari krisis pemain. Seperti diketahui, opsi pemain Singo Edan di lini belakang semakin tereduksi. Akibat Pablo Oliveira, Matheus Blade, Betinho Filho bakal absen. Sebelumnya kehilangan Luiz Gustavo dan Walisson Maia.
Berdasar pantauan wartawan koran ini, formasi tersebut tidak baku. Artinya cukup fleksibel saat sesi game internal. Bisa berubah menjadi empat pemain dan lima pemain di lini pertahanan.
”(Tiga bek) itu merupakan salah satu skema opsi yang kami lakukan untuk berjaga-jaga saja,” ungkap Gelandang Arema FC Julian Guevara. Menurutnya, pelatih ingin tim mempunyai beragam rencana dalam pertandingan. Sekaligus memiliki banyak opsi untuk meredam kekuatan lawan.
Bagi pemain asal Colombia itu, bermain dengan komposisi tiga bek bukan pertama kali dia rasakan. Musim ini, Guevara beberapa kali merasakan tampil dengan skema itu. Salah satunya, saat menghadapi Borneo FC Samarinda.
Berangkat dari itu, selama tim bermain dengan tiga stoper dirinya tidak kesulitan beradaptasi. Menurutnya, tugas utama bermain di jantung pertahanan tak berubah, yaitu menghalau serangan dan berusaha untuk nirbobol. Apabila ada perbedaan dengan bermain empat bek, itu adalah koordinasi perlu diperkuat saat menggalang pertahanan.
Meski sempat berlatih dengan komposisi tersebut, Guevara menegaskan timnya masih belum memastikan akan bermain dengan formasi seperti apa. Menurutnya, Marcos Santos selalu mencoba berbagai hal sebelum hari pertandingan. ”Kami masih memiliki banyak opsi untuk digunakan di pertandingan. Apapun formasinya nanti, kami bakal berusaha meraih hasil terbaik melawan Malut United FC,” tambah dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo