KABUPATEN -RADAR MALANG- Gawang Arema FC tak pernah aman saat menghadapi Malut United FC. Dalam tiga pertemuan terakhir, Dalberto Luan Belo dan kawan-kawan selalu gagal mencatatkan clean sheet saat berjumpa tim berjuluk Laksar Kie Raha. Selama tiga pertemuan terakhir kemasukan empat gol.
Sedangkan dalam pertandingan kandang terakhir melawan Malut United, meski menang gawang Arema FC kemasukan satu gol. Dalam laga nanti sore, klub peringkat empat klasemen itu datang ke Malang dengan catatan 51 gol dari 25 laga.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menyadari betapa berbahayanya Malut United. Meski baru berjumpa sekali, dia melihat tim yang bermarkas di Ternate itu, kerap menyulitkan pertahanan Singo Edan selama 90 menit laga. ”Malut United FC merupakan tim yang bagus secara organisasi tim. Itu membuat mereka bisa tetap bertahan di papan atas,” ujar eks nakhoda Clube Nautico Capibaribe tersebut.
Menurutnya, performa ketajaman lawan tidak lepas dari komposisi penggawa tim. Mulai dari sektor belakang sampai penyerang punya kualitas. Dengan pertahanan yang solid, mereka bisa dengan nyaman membombardir pertahanan lawan.
Meski memiliki respek yang tinggi terhadap lawan, Marcos tidak ciut melihat statistik Malut United. Justru dia ingin memutus torehan tersebut dengan meraih kemenangan sekaligus clean sheet.
Dia mengungkapkan, untuk bisa mengatasi serangan berbahaya Malut United, timnya perlu fokus. Tidak boleh menurunkan kewaspadaan saat tanpa bola. ”Kami juga harus mengantisipasi pergerakan (tanpa bola) mereka untuk memutus serangan,” tambah dia.
Marcos menambahkan, kemenangan dengan hasil clean sheet tidak hanya menunjukkan timnya tampil sempurna. Namun juga mengindikasikan lini belakang yang berbenah. Sebelumnya selalu kebobolan dalam empat laga.
Karena itu, dia mencoba berbagai formasi sebelum laga agar bisa mendapatkan sebelas pemain utama. ”Kami memanfaatkan waktu (jeda) sebaik mungkin untuk mencari pemain yang paling cocok di laga nanti,” katanya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo