KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Target awal manajemen Arema FC untuk finish di posisi lima besar BRI Super League musim ini makin jauh panggang dari api. Hasil imbang melawan Malut United FC kemarin sore (3/4) membuat Singo Edan tertahan di posisi ke-11. Mereka berjarak sembilan poin dari tim di peringkat lima.
Dengan sisa delapan laga, langkah Gabriel Silva dkk memenuhi target manajemen bakal lebih berat. Terlebih, Singo Edan masih harus bertemu beberapa tim besar. Seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Meski disayangkan, capaian satu poin di laga kemarin patut diapresiasi.
Sebab, seperti banyak diketahui, Arema FC tampil tanpa lima pilar asingnya. Yakni Dalberto Luan Belo, Joel Vinicius, Matheus Blade, Pablo Oliveira, dan Betinho Filho. Ada yang terkena sanksi larangan bermain karena kartu merah. Ada juga yang terkena akumulasi kartu kuning.
Praktis, kemarin Arema FC bermain tanpa seorang striker. Hanya mengandalkan Gustavo Franca dan Gabriel Silva (Gabi) di lini depan. Meski tampil dengan skuad seadanya, tim besutan Marcos Santos langsung tampil menyerang sejak menit-menit.
Mereka sempat melakukan berbagai percobaan untuk mengancam gawang Malut United FC yang dikawal Angga Saputro. Sayangnya, semua percobaan pada 15 menit awal tidak bisa berbuah gol. Singo Edan pun mencoba peruntungan dari bola mati.
Momentum pun hadir pada menit ke-26. Sepakan Gustavo Franca dari tendangan pojok berhasil ditanduk Hansamu Yama dan berbuah gol.
Tertinggal satu gol, Malut United mulai bermain lebih agresif. Mereka terus membombardir lini belakang Singo Edan sebelum turun minum. Pelanggaran berbau kontroversi pun terjadi pada menit ke-42.
Penalti untuk tim berjuluk Laskar Kie Raha bisa dikonversikan David da Silva menjadi gol. Skor imbang 1-1 pun menyudahi babak pertama.
Pada babak kedua, tim tamu tampil lebih menyerang. Beruntung, Lucas Frigeri yang diturunkan pada babak kedua tampil impresif. Sedikitnya ada empat save yang bisa dicatatkan kiper asal Brasil itu. Satu-satunya peluang emas Arema FC pada babak kedua tercipta pada menit ke-81. Sayangnya, Gustavo Franca gagal memanfaatkan umpan dari Valdeci Moreira dengan maksimal.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengakui hasil imbang kemarin belum bisa mendongkrak posisi timnya di klasemen BRI Super League. Meski begitu, dia yakin bila target finish di lima besar masih bisa dikejar. ”Jarak kami masih tersisa sembilan poin (dengan Persita di urutan lima), kami akan berjuang di setiap laga untuk mendapatkan poin maksimal,” ujar dia.
Marcos menyebut bahwa target bisa dicapai jika timnya bisa mempertahankan kedalaman skuad. ”Tim ini masih ada peluang untuk meraih banyak hasil positif, kami hanya perlu menjaga konsistensi,” tambah dia.
Sementara itu, Pelatih Kepala Malut United FC Hendri Susilo mengaku sedikit kecewa dengan hasil laga kemarin sore. Menurut dia, ada banyak peluang yang didapatkan timnya selama 90 menit laga. ”Kami gagal memanfaatkan kesempatan-kesempatan tersebut menjadi gol,” ujar dia. (zan/by)
Editor : Bayu Mulya Putra