MALANG, RADAR MALANG – Keputusan wasit dalam laga Arema FC kontra Malut United kembali menjadi sorotan. Duel antara Johan Alfarizie dan Igor Inicencio yang berujung pelanggaran dinilai tidak tepat oleh analis sepak bola nasional, Tommy Desky dalam unggahan Instagram pribadinya.
Dalam pertandingan tersebut, wasit berlisensi FIFA, Naufal Adya Faurisky, meniup peluit usai terjadi kontak antara kedua pemain. Namun, menurut Tommy, keputusan tersebut tidak sejalan dengan prinsip dasar dalam Laws of the Game.
“Tidak semua kontak itu pelanggaran. Yang harus dilihat adalah siapa yang memulai kontak,” ujarnya.
Baca Juga: Ditahan Imbang Malut United, Arema FC Makin Berat Penuhi Target Finish Lima Besar
Tommy menjelaskan, dalam momen tersebut Igor sebagai penyerang justru masuk ke jalur lari Alfarizie yang sudah berada dalam posisi bertahan. Situasi itu, kata dia, dikenal sebagai initiation of contact yang berasal dari pihak penyerang.
“Kalau penyerang yang masuk ke jalur lawan dan terjadi benturan, itu konsekuensi dari pergerakannya sendiri, bukan otomatis pelanggaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, Alfarizie dalam posisi tersebut tidak memiliki cukup ruang atau opsi untuk menghindari kontak. Sehingga, keputusan pelanggaran dinilai kurang tepat jika dilihat dari aspek pergerakan pemain.
Fenomena ini, lanjut Tommy, masih kerap terjadi di kompetisi domestik. Banyak keputusan diambil hanya berdasarkan adanya sentuhan fisik, tanpa mempertimbangkan konteks permainan.
“Masih ada anggapan ‘ada sentuhan berarti foul’. Padahal menurut FIFA, tidak semua kontak adalah pelanggaran,” imbuhnya.
Tommy menekankan bahwa ada tiga aspek utama yang seharusnya menjadi pertimbangan wasit, yakni pergerakan pemain, intensi, dan konteks kejadian di lapangan.
“Sepak bola itu dinamis. Wasit harus membaca keseluruhan situasi, bukan hanya siapa yang jatuh,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian