MALANG, RADAR MALANG – Menjelang laga panas Arema FC kontra Persebaya Surabaya, konsolidasi besar digelar di Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Kepanjen, Minggu (5/4). Agenda bertajuk Arema One Blood itu mempertemukan panitia pelaksana, ribuan Aremania, hingga jajaran Forkopimda Malang Raya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi big match yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April mendatang. Selain suporter, hadir pula unsur kepolisian dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang untuk memastikan kesiapan pengamanan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar persiapan pertandingan, tetapi upaya membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan di Malang Raya.
“Kami ingin sepak bola menjadi pemersatu, bukan pemecah. Sinergi antara klub, pemerintah, dan suporter harus terus dijaga,” ujarnya.
Dalam konsolidasi tersebut, seluruh pihak menandatangani nota kesepahaman berisi enam komitmen bersama. Adapun enam poin komitmen tersebut meliputi:
1. Larangan segala bentuk kekerasan, baik di dalam maupun di luar stadion.
2. Menjunjung tinggi penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Memperkuat koordinasi antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Mendorong peran aktif Aremania dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
5. Penerapan sanksi tegas bagi siapa pun yang melanggar kesepakatan.
6. Penguatan edukasi sportivitas, khususnya bagi generasi muda suporter.
Dokumen itu diteken perwakilan komunitas Aremania, koordinator lapangan suporter, serta Presidium Aremania, Utas Ali Rifki, dengan disaksikan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto.
Yusrinal berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, hingga pembinaan usia dini, demi mendorong prestasi Arema FC ke level yang lebih tinggi.
Sementara itu, salah satu pendiri Arema Ovan Tobing mengajak Aremania untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan, termasuk terhadap tim tamu.
"Bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan sejak tim tamu datang hingga pulang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang. Laga Arema FC melawan Persebaya dipastikan menjadi sorotan luas, sehingga seluruh elemen diminta menjaga nama baik Malang Raya.
Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyebut konsolidasi ini sebagai langkah penting membangun komitmen bersama dalam dunia sepak bola.
Menurutnya, sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Karena itu, sinergi antara pemerintah, klub, suporter, dan dunia usaha perlu terus diperkuat.
“Kami ingin Malang Raya dikenal bukan hanya karena fanatisme, tetapi juga kedewasaan dan sportivitas suporternya. Stadion harus menjadi ruang yang aman dan membanggakan,” ujarnya.
Melalui konsolidasi ini, laga Arema FC melawan Persebaya diharapkan tidak hanya sukses sebagai pertandingan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola yang aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya.
Editor : Aditya Novrian