MALANG KOTA, RADAR MALANG – Arema FC dan Persebaya adalah klub sepak bola yang berasal dari daerah yang sama, yaitu Jawa Timur. Kedua tim asal Jawa Timur tersebut juga menjadi rival dalam dunia sepak bola. Sering kali tensi tinggi terjadi pada pertandingan yang berlangsung antara kedua tim tersebut. Meski kedua tim menjadi rival saat berada di lapangan, di luar lapangan antar kedua tim memiliki hubungan yang baik.
Suporter kedua tim memiliki perselisihan yang tinggi. Perselisihan antara kedua tim tersebut menimbulkan beberapa peristiwa hingga memakan korban, seperti Insiden Nurkiman, kasus Asusemper, bentrokan 7 Maret 2013, kerusuhan 5 Mei 2014, kerusuhan 19 Desember 2015, dan Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menjadi insiden yang memakan banyak korban.
Akibat beberapa peristiwa yang terjadi, kedua tim melakukan pengamanan yang ketat saat pertandingan berlangsung di kandang Arema FC maupun Persebaya untuk menghindari kerusuhan hingga memakan korban terulang kembali. Dalam laga terdekat, yaitu BRI Super League 2025-2026 derbi Jatim antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya, akan kembali berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Rabu (1/4).
Menjelang pertandingan, seluruh pihak menyelaraskan langkah untuk memastikan pertandingan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Koordinasi antara klub, panpel, serta kepolisian ditekankan dengan ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan yang menyebabkan kerusuhan, termasuk provokasi di kalangan suporter.
Baca Juga: Aremania Berharap Singo Edan Jaga Konsistensi di Sisa Laga BRI Super League
Selain bergantung kepada tim keamanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, setiap individu juga harus berhati-hati dalam bertindak agar tidak memicu keributan. Kerusuhan terjadi akibat beberapa faktor, tetapi sering kali faktor provokasi menjadi pemicu yang kuat terjadinya kerusuhan antarsuporter.
Kedua tim tersebut sebenarnya memiliki ikatan yang cukup kuat, bukan hanya karena sebagai klub dengan daerah yang sama, tetapi beberapa pemain dari Arema FC yang pernah maupun sedang membela tim Persebaya, begitu pula sebaliknya. Berikut beberapa pemain Arema FC yang pernah bermain untuk Persebaya Surabaya maupun sebaliknya.
| No | Nama Pemain | Arema | Persebaya |
| 1. | Kurnia Sandy | 2003-2006 | 2008-2009 |
| 2. | Makan Konate | 2019 | 2020 |
| 3. | Samsul Arif | 2013-2015 | 2020 |
| 4. | Muhammad Nasir | 2017-2018 | 2020 |
| 5. | Ahmad Nufiandani | 2015 | 2022 |
| No | Nama Pemain | Persebaya | Arema |
| 1. | Harianto | 1996 | 1999 |
| 2. | Erik Setiawan | 2002 | 2008-2009 |
| 3. | Hamka Hamzah | 2000-2003 |
2016-2017, 2018-2019 |
| 4. | Gendut Doni | 2004-2005 | 2005-2006 |
| 5. | Riky Kayame | 2017-2018 | 2019 |
Untuk memastikan pertandingan berjalan dengan lancar, kedua pihak haruslah mengantisipasi dengan cara menghindari hal-hal yang memicu permasalahan. Meski berasal dari daerah yang sama dan ingin lebih unggul satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas tetap diperlukan, baik saat menang maupun kalah. Dalam dunia olahraga, kalah dan menang adalah hal yang wajar. Namun, setiap kekalahan maupun kemenangan yang dihasilkan menyimpan pembelajaran untuk perbaikan ke depannya agar setiap tim semakin kuat.
Editor : Aditya Novrian