MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos meminta pemainnya agar lebih waspada terhadap keputusan wasit di laga mendatang. Itu karena, timnya sudah dua kali mendapatkan hasil buruk akibat kepemimpinan pengadil lapangan yang kurang objektif. Dirinya mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak melakukan kesalahan dan fokus ke pertandingan.
Nakhoda berusia 46 tahun itu menjabarkan, pertandingan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Malut United FC memberikan banyak pelajaran untuknya.
Itu karena, dirinya mengetahui kalau tim bisa mendapatkan banyak kerugian akibat keputusan wasit yang kurang adil. Namun, hal itu tidak boleh menjadikan alasan timnya bermain dengan cara yang buruk.
“Kami harus berhati-hati menanggapi situasi seperti kemarin. Para pemain harus tetap menjaga konsentrasi untuk menuntaskan pertandingan dengan hasil yang positif,” ujar dia.
Menurutnya, Gabriel Silva dkk harus lebih dewasa dalam menanggapi situasi seperti itu. Hal ini karena respons yang berbeda bisa berdampak pada keputusan wasit berikutnya.
Situasi serupa sempat terjadi saat menghadapi Bhayangkara FC. Seusai laga, Matheus Blade diganjar kartu merah akibat protes berlebihan kepada wasit. Dampaknya, lima pemain harus absen pada pertandingan berikutnya, termasuk Blade.
“Kami tahu ada keputusan wasit yang tidak masuk akal tetapi kami harus sadar bahwa kami masih bertanding,” tambah Marcos Santos.
Selain mempersiapkan timnya agar lebih bijak dalam menyikapi pengadil lapangan, dirinya berharap adanya perbaikan dari sisi Komite Wasit. Menurutnya, wasit di Indonesia harus terus berbenah untuk bisa memimpin laga dengan baik. (zan)
Editor : A. Nugroho