MALANG KOTA-RADAR MALANG – Venue laga Arema FC melawan Persita Tangerang berubah. Pertandingan BRI Super League pekan ke-27 itu tak berlangsung di Stadion Indomilk Arena. Pendekar Cisadane-julukan Persita-akan menjamu Singo Edan di Banten International Stadium, Jumat nanti (10/4).
Perubahan venue itu disebabkan faktor kesiapan Stadion Indomilk Arena. Markas Persita itu masih dalam proses perbaikan atap. Itu akibat, sempat diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu.
Sekretaris Tim Arema FC Rachmat Taufik menjabarkan, informasi perubahan venue laga itu telah diterima melalui klub. Beberapa waktu lalu melakukan komunikasi dengan pihak Persita. Dari hasil pembicaraan itu, Stadion Indomilk Arena tengah menjalani proses renovasi atap tribun akibat terjangan angin puting beliung.
”Untuk surat resmi dari operator liga sudah kami dapatkan sejak Sabtu lalu (4/4), menyebut kalau pertandingan akan digelar di Banten (International Stadium),” ujar dia. Berdasar penjelasan dari surat tersebut, proses perbaikan atap tribun Stadion Indomilk Arena diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari dua pekan. Demi menjamin keamanan pertandingan, pihak operator liga memberi lampu hijau untuk Panpel Laga Persita menggelar pertandingan di venue lain saat melawan Arema FC.
Dirinya menjabarkan, proses perubahan venue sepenuhnya berada di tangan tuan rumah. Operator liga hanya perlu mengonfirmasi venue baru yang akan dipakai, apakah sesuai standar pertandingan atau tidak. Jika tidak, maka harus mencari stadion pengganti.
Rachmat menjabarkan, kalau perubahan tersebut tidak memberi dampak signifikan bagi persiapan away Arema FC. Sebab, mereka sudah pernah bertanding di venue tersebut. Itu terjadi saat menjalani laga tandang melawan Dewa United.
”Karena sudah familiar, perjalanan menuju hotel dan latihan tidak perlu melakukan banyak perubahan rencana,” katanya. Terlepas dari itu, jarak antara Banten dan Tangerang tak berbeda jauh. Singo Edan dijadwalkan akan bertolak dari Malang menuju Banten pada Rabu sore (8/4). Arkhan Fikri dkk akan berangkat melalui jalur udara. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo