MALANG KOTA-RADAR MALANG- Manajemen Arema FC terus mematangkan persiapan jelang laga super big match menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan (28/4). Pihak klub mengklaim sistem keamanan yang akan diterapkan dalam laga bertajuk derby Jatim itu mampu menjaga pertandingan tetap kondusif. Sistem tersebut juga telah diadaptasi sejumlah klub BRI Super League saat melangsungkan pertandingan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, Panpel Singo Edan telah mematangkan sistem keamanan yang mereka buat dalam dua musim terakhir. Itu pertama kali mereka terapkan saat berkandang di Blitar pada musim 2024/2025 lalu. Baru kemudian disempurnakan saat kembali bermain di Stadion Kanjuruhan.
”Ada tiga sistem yang kami gunakan setiap melakoni laga kandang. Di antaranya deteksi wajah, deteksi alkohol, dan pengamanan berlapis,” ujar pria asal Bogor tersebut. Dirinya menjelaskan, kalau deteksi wajah dapat memudahkan pihak keamanan dalam melakukan pendataan penonton yang datang dan menggunakan tiket. Selain itu, pendeteksian alkohol juga diterapkan untuk mencegah potensi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sedangkan, pengamanan berlapis diterapkan agar seluruh pihak seperti penonton, pemain, dan staf pelatih bisa menyaksikan atau berlaga dengan aman. Pengecekan tersebut dimulai sejak ring tiga atau luar stadion, ring dua area stadion, dan ring tiga dalam stadion. Sistem tersebut sempat diterapkan beberapa Panpel kontestan BRI Super League untuk membuat keamanan pertandingan bisa terlaksana.
Pria yang akrab disapa Inal itu menambahkan, Panpel Laga Arema FC juga tidak mendapatkan rapor merah selama melaksanakan laga kandang musim ini. Itu bisa menjadi modal penting mereka dalam mengajukan laga super big match menghadapi Persebaya di Stadion Kanjuruhan akhir April mendatang. ”Saat ini kami masih menunggu koordinasi dan perizinan lebih lanjut dari pihak kepolisian, apakah memungkinkan pertandingan (melawan Persebaya) digelar di sini (Stadion Kanjuruhan),” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo