CABOR Panahan Kota Malang memaksimalkan beberapa cara untuk melakukan regenerasi atlet. Salah satunya dengan menjaring atlet muda di Kejuaraan Kota (Kejurkot) Perpani Kota Malang yang digelar pada 2-5 April lalu. Dari ajang itu, mereka merekrut atlet untuk dipersiapkan dalam pembinaan jangka panjang dan akan diikutsertakan beberapa kejuaraan mendatang.
Bina Prestasi (Binpres) Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) Kota Malang Hanung Kriswandono menjelaskan, kejuaraan tersebut diikuti 7 klub dari Kota Malang dengan partisipasi lebih dari 190 atlet. Ada empat kategori yang dipertandingkan. Di antaranya Standar Nasional, Recurve, Compound, Barebow dan Paralon.
”Kami mempertandingkan kelompok umur (KU) 10, 13, 15 dan 18 tahun,” ungkap Hanung. Menurutnya, kejuaraan kategori junior difokuskan sebagai wadah untuk berkompetisi. Dari pertandingan, para atlet bisa melihat performa mereka sejauh mana.
Selain itu, Kejurkot juga dimanfaatkan sebagai ajang seleksi menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). Atlet yang berhasil berada di urutan pertama sampai keempat akan dipersiapkan menjadi perwakilan Kota Malang. Sedangkan atlet yang berasal dari luar domisili Kota malang, akan diberikan kesempatan untuk melakukan mutasi.
Dari Kejurkot, Hanung menargetkan ada banyak atlet potensial yang muncul untuk dipersiapkan mengikuti pembinaan jangka panjang. Selain itu, jadi tolak ukur pembinaan panahan. ”Kami juga membutuhkan atlet muda untuk bisa mengikuti Kejurnas Junior, Jatim Series dan Porprov 2027 mendatang,” tambah dia.
Menurutnya, atlet yang meraih prestasi di Kejurkot tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti Kejurprov. Para pemenang juga mendapatkan medali dan piagam. Nantinya akan berguna untuk atlet bisa masuk sekolah favorit melalaui jalur prestasi. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho