MALANG KOTA-RADAR MALANG – Legiun asing Arema FC Gustavo Franca memainkan peran berbeda setiap pekan. Dalam laga melawan Malut United (3/4) bermain sebagai striker. Sedangkan saat Singo Edan melawan Persita Tangerang (10/4), mengisi posisi winger kanan.
Dalam laga itu, Pelatih Kepala Marcos Santos memainkan skema 4-3-3. Franca, mengisi trisula lini depan dengan Gabriel Silva dan Dalberto Luan Belo. Sementara Arkhan Fikri, Matheus Blade, dan Betinho Filho bermain di sektor tengah.
Selama berkarier di BRI Super League musim 2025/2026, Franca beberapa kali bermain di luar posisi natural sebagai gelandang serang. Dia dua kali bermain di posisi winger kanan dan sekali winger kiri. Lalu, sekali bermain di posisi second striker.
Pesepak bola asal Brasil itu bermain di posisi aslinya sebagai gelandang serang dalam 11 pertandingan. Selama memainkan peran itu, mencetak dua gol dan satu assist.
Meski bermain tidak di posisi asli, Franca merasa cukup nyaman tampil sebagai striker atau winger. Baginya yang terpenting membantu Singo Edan meraih hasil maksimal di pertandingan. ”Selama saya bisa berkontribusi untuk tim, saya siap bermain di posisi mana saja,” tambah dia.
Menurutnya, tidak ada kendala adaptasi sejauh ini. Itu menyusul, tim pelatih dan penggawa lain selalu membantunya untuk menyesuaikan diri. Terlepas itu, di klub-klub sebelumnya juga dituntut untuk bisa bermain multi posisi.
Franca menjelaskan, tugasnya tidak sekadar mencetak gol saat didorong untuk bermain lebih ke depan. Dirinya juga mendapatkan instruksi khusus dari Pelatih Kepala Marcos Santos untuk bermain di area tengah. ”Itu membuat saya lebih mudah (bebas) untuk melakukan pergerakan di atas lapangan,” katanya.
Dalam pertandingan melawan Malut United, Franca jadi aktor di balik gol Arema FC. Sedangkan saat melawan Persita, dia mencetak gol lewat tendangan bebas. Saat pertandingan itu, Arema FC meraih empat poin hasil dari sekali menang dan meraih hasil imbang. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo