KEPANJEN, RADAR MALANG – Dukungan agar laga kandang derby Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April mendatang digelar di Stadion Kanjuruhan terus mengalir dari suporter.
Ratusan Aremania menggelar aksi damai di Mapolres Malang, Kamis sore (16/4)misalnya. Aksi bertajuk “Aremania Kanjuruhan Rumah Kita” itu menjadi wadah penyampaian aspirasi agar pertandingan tetap berlangsung di kandang Singo Edan.
Baca Juga: Kapolres Malang Janji Izin Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Keluar Pekan Ini
Dalam aksi tersebut, perwakilan suporter dari berbagai koordinator wilayah (korwil) menyampaikan lima poin tuntutan. Intinya, mereka meminta agar laga derby Jatim tetap digelar di Stadion Kanjuruhan.
Salah satu peserta aksi, Reza, warga Kepanjen, menilai kondisi stadion saat ini sudah jauh lebih siap dari sisi keamanan.
Menurutnya, sistem pengamanan yang diterapkan dalam laga kandang Arema FC kini lebih ketat dibanding sebelumnya.
“Selama saya menonton, ada tiga lapis pemeriksaan sebelum masuk stadion. Itu menunjukkan sistem keamanan sudah lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, ia juga melihat adanya perubahan sikap dari suporter Arema. Menurutnya, Aremania kini mulai berbenah dan lebih bijak dalam menyikapi situasi di dalam maupun luar stadion.
Hal tersebut diyakini dapat meminimalkan potensi kericuhan dalam pertandingan mendatang.
Terkait adanya penolakan dari sebagian keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Reza menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar.
Menurutnya, trauma yang dirasakan keluarga korban membutuhkan waktu untuk pulih dan harus dihormati.
“Itu wajar, karena ada rasa takut dan trauma. Hanya mereka yang merasakan kehilangan yang benar-benar paham,” tambahnya.
Di sisi lain, laga derby Jatim dinilai bisa menjadi momentum kebangkitan atmosfer sepak bola di Malang.
Meski belum tentu seramai sebelum tragedi, antusiasme suporter diyakini tetap tinggi.
“Saya yakin tetap banyak yang antusias dengan laga tersebut,” tandasnya.
Editor : Aditya Novrian