RADAR MALANG-Kembali memimpin tim berlaga di Malang membuat Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija bernostalgia. Juru taktik berusia 61 tahun itu masih mengingat momen-momen manis bersama Singo Edan selama bertanding di Stadion Kanjuruhan. Namun, dia merasa suasana laga kandang Arema FC pada Sabtu lalu (18/4) jauh berbeda dibanding lima tahun silam.
Pelatih berkebangsaan Bosnia-Herzegovina itu menjabarkan, Stadion Kanjuruhan memiliki sarana dan prasarana yang lebih memadai saat ini. Khususnya di bagian rumput. Berdasar pengamatannya, rumput yang berada di Kanjuruhan sangat nyaman digunakan untuk tim berlaga.
”Mungkin ini salah satu rumput terbaik yang ada di Liga Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Milo tersebut. Meski begitu, ada sesuatu yang membuatnya merasa ganjil saat melihat venue. Yaitu berkurangnya antusias Aremania.
Menurutnya, akan sangat disayangkan apabila memiliki stadion yang bagus namun hanya beberapa ratus penonton saja yang datang. Hal itu berbeda saat dirinya dahulu menukangi Singo Edan. Hampir setiap laga home, pemain ke-12 memadati Stadion Kanjuruhan.
Kondisi tidak jauh berbeda juga dirinya rasakan saat menjadi pelatih Laskar Sambernyawa. Pasoepati -salah satu suporter pendukung Persis- selalu memberikan semangat kepada timnya setiap laga kandang. Bahkan saat sedang terkena sanksi, dia melihat mereka datang ke stadion memberi dukungan dari luar, atau tiga ribu sampai empat ribu penonton menghadiri sesi latihan tim.
”Jika Arema FC didukung banyak Aremania (seperti dahulu) lagi, saya yakin tim ini bisa meraih juara,” ujarnya. Menurutnya, kehadiran suporter sangat krusial bagi performa sebuah tim. Itu karena, menjadi motivasi tambahan untuk meraih kemenangan saat bermain di kandang. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo