MALANG, RADAR MALANG – Laga EPA Super League 2025/2026 pekan ke-20 antara Bhayangkara FC U-20 dengan Dewa United U-20 berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20. Usai pertandingan terjadi sebuah keributan yang awalnya hanya adu mulut antara dua klub hingga berujung pada kekerasan.
Suasana menjadi tegang dan kacau saat pemain Bhayangkara bernama Fadly Alberto Hengga berlari kencang ke arah pemain Dewa United U-20. Fadly kemudian melakukan aksinya dengan melakukan tendangan kungfu kepada pemain lawan hingga terjatuh. Kejadian tersebut membuat suasana menjadi panas yang akhirnya menimbulkan keributan yang makin parah.
Usai kericuhan yang disebabkan, Fadly Alberto, pemain muda U-20 Bhayangkara FC, menjadi perbincangan serta sorotan publik. Kejadian yang terjadi tersebut berawal dari protes gol yang dianggap offside saat laga EPA Super League U-20 2025/2026.
Akibat tindakan kekerasan yang dilakukan Fadly Alberto kepada pemain Dewa United U-20, timbul beberapa permasalahan serta kerugian. Setelah terjadinya aksi tendangan kungfu, pemain kunci Timnas U-20 Fadly Alberto Hengga resmi dicoret dari Timnas Indonesia. Bukan hanya dicoret dari pemain Timnas U-20, namun sponsor utama Specs telah mengambil langkah tegas dengan memutus kerja sama secara sepihak.
Selain itu, pihak berwenang diminta mengusut kejadian dengan adil tanpa memihak sebelah pihak. Selain karier yang terancam hancur, ia juga masih berurusan dengan ranah hukum. Tak lama setelah kejadian, Fadly Alberto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka yang diunggah melalui akun pribadi media sosialnya.
“Dengan sadar, saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20. Secara khusus saya meminta maaf kepada Raka Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Raka Nurkholis,” ujar Fadly Alberto saat melakukan permohonan maaf.
Fadly Alberto dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial Instagram terlihat sedang menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Dewa United akibat tindakan kekerasan yang dilakukan. Tak hanya menyampaikan permintaan maaf kepada Dewa United U-20, Fadly juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Bhayangkara FC.
“Saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim,” tulis Fadly Alberto dalam pernyataan permintaan maafnya.
Setelah kerugian yang disebabkan akibat tindakan yang dilakukan saat laga EPA Super League 2025/2026 pekan ke-20 dengan Dewa United U-20, Fadly telah menyesal serta meminta maaf atas perbuatan yang disebabkan.
“Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut,” ungkap Fadly Alberto di akhir pernyataan permintaan maaf.
Publik kini menunggu langkah selanjutnya terhadap kelanjutan permasalahan. Meski kemampuan penting dalam dunia sepak bola, namun mengontrol emosi juga tak kalah pentingnya. Emosi yang tak terkontrol bisa mengakibatkan akibat seperti pada kasus kali ini terhadap tindakan Fadly. Kerugian terjadi bukan hanya bagi pelaku saja, tetapi pihak yang terlibat juga menanggung dampaknya.
Editor : Aditya Novrian