MALANG, RADAR MALANG – Baru-baru ini skandal yang menggegerkan Milan kini menyeret perhatian dunia olahraga internasional. Investigasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Milan membongkar praktik ilegal yang melibatkan jaringan prostitusi kelas atas dan menyeret atlet-atlet profesional.
Kasus ini semakin menjadi sorotan karena melibatkan jaringan klien kelas atas. Dilansir dari laporan gazzettadellosport, dari hasil penyelidikan setidaknya terdapat sekitar 50 nama tercatat dalam dokumen, yang mencakup pemain sepak bola Serie A hingga seorang pembalap Formula 1, meski identitas mereka masih dirahasiakan.
Praktik tersebut diduga dijalankan oleh sebuah agensi promosi acara yang beroperasi di kawasan hiburan malam. Modus yang digunakan berupa penawaran paket eksklusif, mulai dari akses ke klub malam hingga layanan di hotel mewah dengan tarif mencapai ribuan euro, dan total omzet dilaporkan melebihi €1,2 juta.
Agensi tersebut merekrut sekitar sepuluh wanita berusia 18 hingga 30 tahun yang menerima bayaran hingga 50 persen dari keuntungan dan diduga tinggal di kantor pusat perusahaan di Cinisello Balsamo dan di Mykonos.
Baca Juga: ATP Tour – Mutua Madrid OpenMain Draw Akan Dimulai Besok, Ajang Pembuktian Bintang Tenis Dunia
Kompleksitas kasus ini diperparah oleh temuan hasil penyelidikan berupa adanya penggunaan ’gas tertawa’ atau ’obat balon’ yang menimbulkan efek euforia tetapi tidak terdeteksi dalam pemeriksaan doping.
Pihak berwenang telah mengambil langkah tegas dengan melakukan penangkapan terhadap empat orang yang diduga sebagai pengelola utama organisasi tersebut dengan tuduhan eksploitasi prostitusi dan pencucian uang ilegal.
Baca Juga: Imbang di Serie A, Lecce Tak Beranjak dari Zona Merah
Meski banyak nama atlet disebut dalam dokumen, hingga saat ini belum ada yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka. Status mereka masih sebatas pihak yang tercatat sebagai orang dalam penyelidikan. Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan hukum, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai gaya hidup dan pengawasan terhadap figur publik di dunia olahraga. Penyelidikan masih terus berlangsung, sementara publik menanti kejelasan lebih lanjut dari otoritas Italia.
Editor : Aditya Novrian