MALANG, RADAR MALANG - Jawa Timur memiliki dua klub sepak bola terbesar, yaitu Persebaya dan Arema FC. Arema FC merupakan klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Malang. Sementara Persebaya merupakan klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Surabaya. Singo Edan kerap menjadi nama lain Arema FC yang sering dikenal.
Selain itu, Arema memiliki suporter yang bernama Aremania. Di sisi lain, tim Persebaya memiliki nama lain yang dikenal dengan sebutan Bajul Ijo dan memiliki suporter bernama Bonek. Kedua tim asal Jawa Timur ini dalam sebuah pertandingan seringkali berlangsung secara sengit serta dengan tensi yang tinggi.
Melihat kedua tim ini menjadi rival saat di lapangan akan menjadikan pertandingan seru, namun terdapat sensasi menegangkan. Pada musim BRI Super League 2025/2026, Arema dan Persebaya dijadwalkan akan bertemu dalam dua leg.
Leg pertama derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di pekan ke-13 telah berlangsung di kandang Persebaya Surabaya, tepatnya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (22/11/2025). Sementara leg kedua berada di kandang Arema FC, tepatnya di Stadion Kanjuruhan Malang.
Hanya tinggal 6 hari terhitung sejak saat ini pada (22/4) derbi Jatim Arema dan Persebaya akan segera berlangsung. Pertandingan antara dua klub sepak bola asal Jawa Timur dengan sejarah yang panjang menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan. Menunggu derbi Jatim antara Arema dan Persebaya yang hanya tinggal beberapa hari ini, mengulik kualitas serta makna jersey yang dimiliki kedua tim tersebut juga tak kalah menariknya.
AREMA
Klub Arema FC memiliki ciri khas warna pada jersey yang didominasi warna yang melambangkan keberanian serta identitas. Beberapa warna yang digunakan dalam jersey Arema adalah biru, merah, putih, dan kuning/emas.
Pada sisa musim Super League 2025/2026, Arema telah meluncurkan jersey keempat. Jersey keempat yang belum lama ini didominasi warna putih dengan perpaduan sentuhan tipis abu-abu. Pemilihan warna yang digunakan pada jersey keempat ini mencerminkan semangat baru, ketenangan, dan harapan.
Jersey yang telah diluncurkan Arema bukan hanya sebagai tampilan baru, tetapi memiliki misi besar di baliknya. Melalui informasi yang diperoleh dari situs web resmi klub, manajer store Arema FC, Tjiptadi Purnomo, mengungkapkan alasan peluncuran jersey baru Arema yang keempat ini memiliki makna mendalam yang berhubungan dengan Aremania.
"Jersey keempat ini bukan hanya tentang tampilan di lapangan, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin menjadikan jersey ini sebagai simbol nyata bahwa Arema FC dan Aremania selalu berdiri bersama, dalam kondisi apa pun," ujar Tjiptadi Purnomo, manajer store Arema FC, Malang, dikutip dari situs web resmi klub.
Peluncuran jersey keempat Arema bukan sekadar apparel, melainkan mengandung makna serta simbol kebersamaan yang berhubungan dengan Aremania.
Persebaya Surabaya
Tak hanya Arema yang meluncurkan jersey keempatnya, pada 16 Januari 2025 Persebaya juga meluncurkan jersey keempatnya. Di musim ini, jersey home Persebaya berwarna hijau, jersey away berwarna putih, dan alternate berwarna merah. Peluncuran jersey keempat Persebaya ini juga mengandung arti di baliknya. Berikut ungkapan dari manajer store Persebaya pada situs web resmi klub.
"Ini adalah kali pertama Persebaya membuat jersey keempat sebagai hadiah tahun baru untuk Bonek-Bonita. Dengan warna baru dan tetap membawa semangat fighting, agar Persebaya selalu fight di tiap pertandingan," jelas Manajer Persebaya Store Arif Rahman Hakim yang dikutip dari situs web resmi klub.
Tak hanya Arema yang memiliki makna di balik pembuatan jersey keempat, begitu juga dengan Persebaya. Namun, keduanya memiliki kesamaan, yaitu makna di balik peluncuran ini masih berhubungan dengan suporter. Terdapat perbedaan dari jersey Persebaya sebelumnya, yaitu dengan tambahan kombinasi bahan mesh yang digunakan untuk sirkulasi udara. Bahan yang menggunakan quick dry dan anti bacterial.
Editor : Aditya Novrian