Sebelumnya, keabsahan gol Dewa United sempat dipertanyakan dalam pertandingan di Banten International Stadium (BIS), pada Senin (20/4). Kontroversi bermula dari gol pertama Dewa United yang dicetak oleh Alex Martins. Gol tersebut memicu perdebatan karena bola yang hendak dikuasai Alexis Messidoro tampak telah keluar garis lapangan.
Baca Juga: Waspadai Ancaman Gol dari Stoper Persib, Arema FC Perkuat Sektor Ini sebelum Berlaga
Alhasil, beberapa pemain bertahan Persib Bandung pun terdiam karena mengira bola telah keluar lapangan. Namun, wasit memutuskan permainan tetap berjalan. Messidoro kemudian mengirim umpan terukur ke kotak penalti. Alex Martins yang tidak terkawal pun dengan mudah menyelesaikannya menjadi gol.
Menanggapi kejadian ini, Yoshimi Ogawa menilai keputusan yang diambil oleh wasit sudah tepat. Ia menegaskan, wasit hanya boleh menghentikan pertandingan jika memiliki keyakinan penuh atas suatu pelanggaran.
"Jika wasit atau asisten wasit sudah berusaha mengambil posisi terbaik dan melihat situasi, jika 100 persen yakin bola keluar, maka harus memberi sinyal. Namun jika tidak 100 persen yakin, keputusan di lapangan harus dipertahankan. Kemudian VAR akan mengecek," ujar Ogawa.
Baca Juga: Fullback Kanan Arema FC Rio Fahmi Kantongi Cara Redam Kecepatan Pemain Persib
"Jika VAR tidak menemukan bukti 100 persen bola keluar atau masuk, maka keputusan awal harus tetap dipertahankan. Jika ada bukti 100 persen, barulah direkomendasikan perubahan," lanjutnya.
Sementara itu, gol kedua yang dicetak Ricky Kambuaya juga menuai kontroversi karena diduga melibatkan handball. Namun, Ogawa bersama Kepala Departemen Wasit, Pratap Singh menyatakan bahwa penilaian wasit telah sesuai dengan Laws of the Game (LOTG).
"Ini merupakan situasi defleksi karena bola berubah arah secara tidak terduga setelah mengenai pemain. Wasit membiarkan permainan tetap berlanjut karena bola terdefleksi ke arah yang tidak terduga," jelas Pratap.
Merujuk Pasal 12 LOTG, kontak tangan tidak dianggap sebagai pelanggaran jika bola memantul secara tidak terduga dari bagian tubuh lain pemain yang bersangkutan dalam jarak yang dekat.
Editor : Aditya Novrian