DALAM persiapan menuju Porprov Jatim 2027, KONI Kabupaten Malang tak hanya fokus kepada atlet. Mereka juga berupaya memprioritaskan pembenahan tata kelola organisasi. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang sebelumnya menimpa pengurus tidak kembali terulang.
Harapannya, proses perencanaan sampai eksekusi program kerja bisa dijalankan dengan transparan. Seperti diketahui, Ketua dan Bendahara KONI Kabupaten Malang periode 2024-2028 harus mengakhiri jabatan mereka lebih awal. Itu menyusul, keduanya ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Dana Hibah Koni Kabupaten Malang.
Baca Juga: Dilantik, Ketua KONI Ditarget Bupati Malang Raih Runner Up Porprov Jatim
”Kami tidak bisa membiarkan hal itu terulang kembali. Jadi hal pertama yang harus dilakukan membenahi tata kelola internal,” ungkap Ketua KONI Kabupaten Malang terpilih Darmadi. Dia melihat, saat ini pengelolaan di dalam tubuh KONI masih belum ideal. Karena proses pelaksanaan mereka kurang terpantau dengan baik.
Berangkat dari hal tersebut, pihaknya berencana untuk memperbaiki pengelolaan program secara menyeluruh. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pertanggungjawaban. Dalam prosesnya, seluruh tahapan akan dipantau secara ketat. Sehingga mencegah adanya penyimpangan anggaran.
Baca Juga: Maksimalkan Atlet Jebolan Liga Pelajar untuk Persiapan Porprov X Jatim 2027
Selain itu, dirinya juga sudah mempersiapkan anggaran kepada 69 cabor yang terdaftar dalam KONI Kabupaten Malang. Dirinya akan memetakan cabor mana yang bisa menjadi lumbung medali di Porprov X 2027 mendatang. Sekaligus memberi bantuan kepada cabor yang belum bisa meraih prestasi di edisi sebelumnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho