BALI, RADAR MALANG — Jelang Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya yang akan segera digelar pada Selasa (28/4) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pelaksanaan Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya terdapat perubahan lokasi.
Sebelumnya Derbi Jatim akan dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan. Namun, mengingat peristiwa Tragedi Kanjuruhan beberapa tahun lalu, masyarakat setempat dan beberapa pihak tidak mengizinkan demi keamanan bersama serta ketertiban saat pertandingan. Julian Guevara dan kawan-kawan lainnya dihadapkan dengan persiapan yang mepet usai berlaga melawan Persib Bandung Jumat lalu (24/4).
Singo Edan memiliki jeda sebelum berlaga hanya tiga hari. Namun, skuad Arema FC tak bisa menggunakan jeda waktu yang dimiliki secara penuh karena Sabtu lalu (25/4) baru saja bertolak ke Bali. Setelah sampai di Bali, skuad Singo Edan kemarin (26/4) melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan Derbi Jatim mendatang.
Baca Juga: Pelatih Arema FC Marcos Santos Percaya Hadapi Derbi Jatim dengan Modal Bagus
Jeda waktu yang singkat menjelang pertandingan serta persiapan yang dilakukan para skuad Arema FC di sisa waktu yang ada membuat para skuad Singo Edan memiliki waktu recovery yang cepat. Namun, menurut Kepala Pelatih Arema FC, Marcos Santos, apabila hal itu tidak dilakukan, dapat berpotensi mempengaruhi performa.
“Melihat kondisi pemain (setelah lawan Persib) dan jeda laga, kami putuskan untuk melakukan aktivitas (latihan) ringan jelang menghadapi Persebaya,” ujar Marcos Santos, Kepala Pelatih Arema FC berkebangsaan Brasil.
Menurutnya, dengan waktu recovery yang singkat, melakukan persiapan yang keras akan menimbulkan risiko dan berpotensi membebani fisik. Latihan ringan yang dilakukan skuad Arema FC atas arahan Marcos Santos sebagai kepala pelatih seperti pemanasan dan peregangan. Selain itu, tim pelatih lainnya juga memberikan program latihan yang dilakukan di gym sebagai penunjang recovery.
Editor : Aditya Novrian