RADAR MALANG-Gelandang Arema FC Gustavo Franca bakal merasakan atmosfer laga kandang yang berbeda saat menghadapi Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, sore ini. Sepanjang 90 menit, Arema FC tampil tanpa dukungan langsung dari Aremania. Itu karena, pertandingan tersebut digelar tanpa penonton.
Gelandang berusia 28 tahun tersebut tidak menampik, keberadaan Aremania sangat penting dalam sebuah pertandingan. Apalagi laga melawan Persebaya selalu berlangsung dengan rivalitas kuat sepanjang 90 menit laga. Selain itu, pendukung Singo Edan selalu jadi salah satu tambahan energi saat tim berlaga.
Hal tersebut dirasakannya saat bermain away ke kandang Persib Bandung. Ratusan Aremania yang hadir semakin memotivasi elemen tim mendapatkan poin. Sedangkan saat melawan Persis Solo, dukungan Aremania jadi salah satu kunci tim mampu mendominasi pertandingan.
”Tentu saja situasi ini tidak biasa karena kami bermain (di tempat netral) tanpa pendukung sendiri. Meski begitu, kami memahami dan menghormati keputusan tersebut,” ujar dia. Meski tanpa keberadaan penonton, dirinya menegaskan tim tidak akan tampil loyo. Justru, harus menunjukkan penampilan terbaik sepanjang 90 menit pertandingan.
Dirinya menambahkan, dukungan Aremania bisa datang dari mana saja. Tidak haanya mendukung langsung di stadion. Namun juga bisa memberikan semangat dan doa saat menonton dari layar kaca.
”Saya percaya, tim dapat menunjukkan daya juang yang sama seperti pertandingan kandang biasanya,” ujar dia. Franca melihat, semangat elemen tim menggebu jelang pertandingan. Meski tidak mempunyai banyak waktu bersiap sebelum melawan Persebaya.
Menurutnya, kemarin elemen tim memulai persiapan di lapangan. Tim pelatih memberikan banyak informasi terkait kekuatan lawan. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo