Setelah itu, enam hari berselang (9/4) akan menghadapi PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan. Lalu away ke kandang PSBS Biak dan menjalani pertandingan pemungkas musim ini di Stadion Kanjuruhan menghadapi PSIM Jogjakarta (selengkapnya baca grafis).
Hasil pertandingan pada periode itu krusial untuk Arema FC. Itu karena, akan menentukan posisi Singo Edan pada akhir musim. Seperti diketahui, Arema FC belum mengamankan posisi lima besar saat ini.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan, elemen tim diwajibkan untuk menjaga fokus. Menurutnya, pertandingan pekan-pekan terakhir selalu memberi tantangan besar ke semua tim. ”Saat pertandingan akhir (musim ini) justru banyak tim yang berlomba-lomba untuk memperbaiki posisi klasemen mereka. Kami harus mewaspadai itu,” ujar dia.
Menurutnya, apabila ingin mewujudkan misi finis di lima besar setidaknya harus memenangkan empat laga tersisa musim ini. Memperoleh 12 poin dilihatnya paling aman untuk bersaing di papan atas klasemen. Apalagi, tim posisi enam besar juga bekerja keras mempertahankan posisinya.
Sampai pekan ke-29 BRI Super League, Malut United yang ada di peringkat lima mengoleksi 46 poin. Jumlah poin itu bisa bertambah saat menang melawan PSBS Biak pada pekan ke-30.
Pria yang akrab disapa Inal itu mengingatkan seluruh elemen tim untuk tak melewatkan momentum positif. Menurutnya, bersaing di kompetisi juga tentang bagaimana menjaga konsistensi. ”Jika tim ini bisa mempertahankan performa positif, kami yakin peluang untuk finis di lima besar akan terbuka lebar,” tambah pria asal Bogor tersebut. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo