Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos Pergantian Menit Akhir Bukan Biang Kekalahan

M. Affan Fauzan • Kamis, 30 April 2026 | 14:27 WIB
MAKSIMALKAN PERSIAPAN: Pivot Unggul FC Malang (kanan) berhasil membobol gawang Fafage Banua dalam laga PFL Series Papua, pekan lalu. (Foto: MO Unggul FC Malang)
MAKSIMALKAN PERSIAPAN: Pivot Unggul FC Malang (kanan) berhasil membobol gawang Fafage Banua dalam laga PFL Series Papua, pekan lalu. (Foto: MO Unggul FC Malang)

 RADAR MALANG-Sejauh detail pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya Selasa (28/4) jadi sorotan Aremania. Satu hal yang masih banyak diperbincangkan adalah keputusan tim pelatih dalam memanfaatkan kesempatan pergantian pemain. Diketahui, setelah tertinggal 0-2, Singo Edan memasukkan Valdeci Moreira dan Leo Guntara pada menit 77, setelah itu tiga pemain lain masuk pada menit 90.

 Kondisi tersebut berbanding terbalik jika melihat pergantian yang dilakukan Green Force-julukan Persebaya. Seusai mencetak gol perdana pada menit 50, Persebaya langsung memasukkan tiga pemain pada menit 61. Diikuti pergantian satu pemain pada menit 70 dan 90+3.

 Lantas, apa alasan Marcos baru melakukan pergantian pemain jelang akhir laga? Dia mengungkapkan, tidak ada alasan khusus memasukkan pemain pada waktu tersebut. ”Saya pikir tidak ada perbedaan apakah harus (melakukan pergantian pemain) lebih awal atau akhir. Menurut saya, penggawa yang berada di lapangan seharusnya bisa menunjukkan permainan yang konsisten meski dalam kondisi tertinggal,” ujar dia.

 Juru taktik asal Brasil itu menjabarkan, kalau pergantian pada awal laga tetap tidak ada artinya jika pemain yang diturunkan tidak bisa memberikan perubahan. Karena itu, dirinya lebih memilih untuk berhati-hati dalam memasukkan penggawa tim dari bangku cadangan. Menurutnya, dua pergantian pemain setelah kebobolan dua gol sudah ideal.

 Terkait dengan kondisi pemain yang alami kelelahan dari jadwal padat, dirinya merasa hal itu bukanlah sebuah alasan. Marcos menilai, pemain yang tampil dari menit awal ataupun sebagai pengganti tetap harus menunjukkan komitmen di lapangan. Namun, hal itu belum ditunjukkan maksimal saat Derbi Jatim pada laga pekan ke-30 lalu. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#Arema FC #BRI Super League 2025/2026 #Marcos Santos #Singo Edan