Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setelah Lakukan Tendangan Kungfu, Pemain EPA Bhayangkara U-20 Fadly Alberto Hanya Dilarang Bermain Sepak Bola 3 Tahun

Aditya Novrian • Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB
Fadly Alberto Hengga saat pertandingan dengan Dewa United U-20. Setelah aksi tendangan kungfu yang viral, ia resmi meminta maaf secara terbuka. (Instagram @bhayangkarafc_youth)
Fadly Alberto Hengga saat pertandingan dengan Dewa United U-20. Setelah aksi tendangan kungfu yang viral, ia resmi meminta maaf secara terbuka. (Instagram @bhayangkarafc_youth)

JAKARTA, RADAR MALANG – PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) resmi menjatuhkan sanksi berat kepada pemain muda Fadly Alberto Hengga. Ia dihukum larangan bermain selama tiga tahun akibat aksi tendangan brutal dalam pertandingan.

Keputusan ini menjadi salah satu hukuman paling tegas dalam kompetisi usia muda di Indonesia. Komdis PSSI menilai tindakan tersebut masuk kategori pelanggaran serius yang membahayakan pemain lain.

Tak hanya Fadly, sejumlah pemain Bhayangkara FC U-20 dan ofisial tim juga ikut menerima sanksi disiplin.

Baca Juga: Menyesal! Fadly Alberto Buka Suara Soal Tendangan Kungfu ke Dewa United

Berikut rincian hukuman yang dijatuhkan:

  1. Aqilah Lissunnah Aljundi: larangan bermain 2 tahun
  2. Afrizal Riqh: larangan bermain 2 tahun
  3. Ahmad Catur: larangan bermain 2 tahun
  4. M. Mufdi Iskandar: larangan bermain 1 tahun
  5. Muklis Hadi Ning (ofisial): larangan mendampingi tim selama 4 pertandingan

Sanksi ini menegaskan komitmen PSSI dalam menjaga sportivitas dan keselamatan pemain di lapangan. Tindakan keras dianggap perlu untuk memberi efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga: Fadly Alberto Hengga, Pemain EPA Bhayangkara FC Lakukan Tendangan Kungfu kepada Rakha Nurkholis, Berikut Dampak yang Ditimbulkan

Kasus ini juga menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Banyak pihak menilai hukuman tersebut sebagai langkah penting untuk membenahi disiplin dan etika permainan, khususnya di level usia muda.

Dengan keputusan ini, PSSI berharap seluruh pemain dan ofisial lebih menjunjung tinggi fair play serta menghindari tindakan yang dapat merugikan karier maupun keselamatan sesama pemain.

Editor : Aditya Novrian
#Fadly Alberto #pssi #bhayangkara #EPA